Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Citarum

- Warga Kampung Gunung Dukuh, Bandung Barat, menemukan jasad pria tanpa busana mengambang di Sungai Citarum pada Sabtu malam, 18 April 2026.
- Polisi bersama Tim Inafis Polres Cimahi mengevakuasi jasad yang sudah membengkak dan membiru, diduga karena terlalu lama berada di air.
- Upaya identifikasi melalui sistem Mambis gagal karena kondisi jasad rusak; korban dibawa ke RSHS Bandung untuk visum dan penyelidikan lanjutan.
Bandung, IDN Times - Warga Kampung Gunung Dukuh, Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) digegerkan dengan penemuan jasad di aliran Sungai Citarum, Sabtu (18/4/2026) malam. Jasad berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam kondisi mengambang. Hingga kini, identitas korban belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat menuturkan, penemuan mayat tersebut bermula saat seorang warga tengah menjala ikan di sekitar lokasi kejadian. Dari kejauhan, saksi melihat benda mencurigakan mengambang di sungai.
Karena ragu, saksi mendekati objek tersebut. Setelah dipastikan, ternyata yang dilihat adalah tubuh manusia dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Saksi melaporkan temuan itu kepada warga lain dan relawan, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.
"Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Cimahi. Jasad korban kemudian dievakuasi dari aliran Sungai Citarum," kata dia, Minggu (19/4/2026).
Saat ditemukan, kondisinya sudah membengkak dan membiru, diduga karena telah lama berada di air. Selain itu, korban ditemukan tanpa busana sehingga tidak ditemukan identitas apa pun yang melekat di tubuhnya.
Upaya identifikasi telah dilakukan menggunakan alat Mobile Automated Multi-Biometric Identification System (Mambis). Namun, hasil pengecekan sidik jari korban tidak terbaca. Polisi menduga hal itu disebabkan kondisi jasad yang sudah terlalu lama berada di dalam air.
"Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung guna dilakukan visum," paparnya.

















