Longsor di Gunung Papandayan Jalur Pendakian Tertutup Batu-Tanah

- Longsor terjadi di jalur pendakian Taman Wisata Alam Kawah Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat pada Kamis (8/1/2026).
- Evakuasi material longsor dilakukan oleh jajaran Polsek Cisurupan Polres Garut, TNI, pengelola kawasan, BKSDA Wilayah V Kabupaten Garut, dan masyarakat setempat.
- Jalur pendakian di sekitar Pos 7 dibatasi untuk memastikan keselamatan pengunjung sambil menunggu kondisi benar-benar aman dan akses dapat kembali digunakan.
Garut, IDN Times - Peristiwa longsor melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Kamis (8/1/2026). Akibatnya, akses pendakian di jalur tersebut sementara tidak dapat dilalui.
Longsor terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di jalur pendakian Pos 7 menuju Hutan Mati. Bencana tersebut dengan ketinggian tebing mencapai kurang lebih 100 meter dan material longsoran berupa tanah dan batu yang mengadang rute pendakian dengan lebar sekitar 100 meter persegi.
Pasca kejadian, jajaran Polsek Cisurupan Polres Garut bersama unsur TNI, pengelola kawasan, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Kabupaten Garut, dan masyarakat setempat melakukan monitoring serta evakuasi material longsor pada Jumat (9/1/2026). Langkah tersebut dilakukan di antaranya guna mengantisipasi longsor susulan.
“Evakuasi material longsor dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan sekitar 100 orang,” kata Kapolsek Cisurupan AKP Masrokan, dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, selama proses evakuasi dan pembersihan material longsor, jalur pendakian di sekitar Pos 7 dibatasi untuk memastikan keselamatan pengunjung, sembari menunggu kondisi benar-benar aman dan akses dapat kembali digunakan.
Tak ada korban dalam.insiden ini. Namun, Masrokan tetap mengimbau kepada para pengunjung dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan petugas, mengingat kondisi cuaca dan risiko potensi longsor susulan.
“Kehadiran aparat di lokasi diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dan wisatawan serta mempercepat pemulihan akses jalur pendakian di kawasan wisata alam tersebut,” ujarnya.


















