Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kompetensi Green Jobs Kian Diperlukan, SDM Jadi Tantangan Baru
Green Jobs Kian Dibutuhkan, Kompetensi SDM Jadi Tantangan Baru (Dok. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi)
  • Transisi ekonomi hijau membuka peluang kerja di energi terbarukan, pengelolaan lingkungan, dan industri rendah emisi, tetapi membutuhkan SDM dengan kompetensi yang sesuai.
  • Pendidikan tinggi didorong membekali mahasiswa dengan kemampuan riset, berpikir adaptif, dan pemahaman teknologi, sekaligus mengenalkan peluang karier hijau sejak masa kuliah.
  • Pemerintah, industri, kampus, dan talenta muda perlu berkolaborasi melalui pelatihan, reskilling, upskilling, serta sertifikasi untuk menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja green jobs.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Transisi menuju ekonomi hijau membuka peluang munculnya berbagai jenis pekerjaan baru di Indonesia. Namun, peluang tersebut dinilai tidak akan berjalan optimal tanpa kesiapan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri.

Pemerintah melihat sektor energi terbarukan, pengelolaan lingkungan, hingga industri rendah emisi berpotensi menjadi sumber lapangan kerja baru. Indonesia pun dinilai memiliki modal besar dari sisi sumber daya alam untuk mengambil peran dalam perkembangan ekonomi hijau.

Meski demikian, perubahan menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan juga menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan dan ketenagakerjaan. Kebutuhan tenaga kerja tidak lagi hanya bergantung pada ijazah, melainkan juga kemampuan teknis, pola pikir adaptif, serta kesiapan untuk mengikuti perkembangan teknologi.

Isu tersebut mengemuka dalam Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, investor, dan talenta muda. Salah satu perhatian utama dalam forum ini adalah bagaimana memastikan peluang green jobs dapat diisi oleh tenaga kerja yang memiliki kompetensi memadai.

1. Green jobs menuntut keterampilan yang terus berkembang

Green Jobs Kian Dibutuhkan, Kompetensi SDM Jadi Tantangan Baru (Dok. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi)

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor energi terbarukan, termasuk panas bumi dan natural hydrogen. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan SDM yang memahami kebutuhan pekerjaan di sektor hijau.

Menurut Stella, karakter pekerjaan hijau akan terus berubah seiring perkembangan teknologi. Karena itu, pendidikan tinggi perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir, meneliti, dan beradaptasi, bukan sekadar memberikan bekal berupa ijazah.

"Green jobs membutuhkan orang-orang yang formal edukasinya itu tinggi. Jadi, ini berita baik untuk lulusan-lulusan kita dari universitas, tapi tidak bisa hanya sekadar ijazah," kata Stella, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Kamis (27/8/2026).

Ia menilai perguruan tinggi tidak harus membuat kurikulum khusus untuk setiap jenis pekerjaan hijau. Yang lebih penting, mahasiswa memiliki research mindset sehingga terbiasa memahami persoalan, mencari solusi berbasis data, serta terus mempelajari teknologi dan kebutuhan industri yang berkembang.

2. Mahasiswa perlu mengenal peluang karier sejak di bangku kuliah

Green Jobs Kian Dibutuhkan, Kompetensi SDM Jadi Tantangan Baru (Dok. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi)

Selain persoalan kompetensi, Stella menilai masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui beragam peluang pekerjaan yang tersedia dalam sektor ekonomi hijau. Padahal, Indonesia memiliki sejumlah bidang potensial yang dapat menjadi pilihan karier di masa depan.

Karena itu, mahasiswa dinilai perlu mendapatkan paparan mengenai perkembangan industri dan jenis pekerjaan hijau sejak masih berada di perguruan tinggi.

Keterlibatan dunia usaha melalui kursus, workshop, dan pembelajaran berbasis kebutuhan industri juga dapat membantu mempersempit kesenjangan antara pendidikan dan dunia kerja.

"Kita harus banyak-banyak exposure. Jangan nunggu setelah lulus, tapi waktu mahasiswa kita masih belajar," ujar Stella.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan peluang pekerjaan hijau dapat muncul di berbagai sektor, termasuk energi terbarukan dan pengelolaan sampah. Namun, peluang tersebut harus diisi oleh tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan sertifikasi sesuai kebutuhan.

ilustrasi fokus bekerja (pexels.com/Kaboompics.com)

3. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting bagi ekonomi hijau

Afriansyah mengatakan pemerintah mendorong berbagai program pelatihan, reskilling, dan upskilling agar tenaga kerja mampu mengambil peluang dari berkembangnya sektor hijau. Salah satu contohnya, industri pengolahan sampah yang dapat membuka puluhan lapangan kerja sesuai kapasitas fasilitas yang dibangun.

"SDM kita perlu kita latih, perlu diadakan pelatihan, reskilling dan upskilling, sehingga mereka punya kompetensi yang memadai dan sertifikasi yang memadai soal green job ini," tuturnya.

Sementara itu, Chairman Indonesia Sustainability 360 Forum 2026, Unggul Yoga Ananta, menilai Indonesia sebenarnya telah memiliki berbagai modal untuk mempercepat transformasi ekonomi hijau. Tantangan berikutnya adalah menghubungkan kebijakan pemerintah, kebutuhan industri, perkembangan teknologi, dunia pendidikan, dan talenta muda dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

"Indonesia memiliki potensi besar dari sisi kebijakan, teknologi, hingga sumber daya. Tantangannya adalah menyelaraskan langkah (alignment) antara dunia usaha, korporasi, pemerintah, dan talenta muda," ujar Unggul.

Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan green jobs diharapkan tidak hanya menghasilkan jenis pekerjaan baru, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.

Keberhasilan transisi menuju ekonomi hijau pada akhirnya akan bergantung pada kemampuan menyiapkan talenta yang tepat sekaligus menciptakan ekosistem yang mampu mempertemukan pendidikan, industri, dan peluang kerja masa depan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article