Bandung, IDN Times - Pemerintah terus mencari formula paling tepat untuk mempercepat pemerataan akses digital di Indonesia melalui penggunaan FTTH (Fiber to the Home), FWA (Fixed Wireless Access), serta Mobile Broadband. Sebab, dengan kondisi geografis yang beragam, pendekatan tunggal dinilai tidak cukup untuk menjangkau seluruh wilayah, terutama daerah terpencil dan tertinggal.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi RI, Denny Setiawan, menegaskan bahwa kombinasi berbagai teknologi menjadi kunci dalam memperluas akses internet secara merata. Penggunaan satu jenis teknologi saja tidak akan mampu menjawab tantangan konektivitas di Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau.
“Mempercepat pemerataan akses digital. Ada pakai kabel, pakai FWA, mobile broadband. Mana sih yang kira-kira paling tepat bagi Indonesia? Tapi kesimpulannya saling melengkapi,” ujarnya dalam diskusi di ITB, Selasa (7/4/2026).
Ia menekankan bahwa kondisi geografis hingga kepadatan penduduk menjadi faktor penting dalam menentukan teknologi yang digunakan.
“Karena enggak semuanya bisa pakai kabel, harus ada beberapa pakai seluler,” lanjutnya.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap bisa mengakses layanan digital, meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
