Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kodam III Siliwang Ikuti Telegram Panglima TNI, Waspada Konflik Global

Kodam III Siliwang Ikuti Telegram Panglima TNI, Waspada Konflik Global
Ilustrasi TNI. Kejaksaan Akan Dijaga Prajurit TNI
Intinya Sih
  • Panglima TNI Agus Subiyanto menerbitkan Telegram TR/283/2026 yang menetapkan status siaga I bagi seluruh prajurit sebagai respons atas meningkatnya ketegangan global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
  • Instruksi dalam telegram memerintahkan kesiapsiagaan penuh personel dan alutsista, patroli di obyek vital, deteksi dini udara, serta koordinasi evakuasi WNI melalui atase pertahanan dan Kemenlu.
  • Kodam III Siliwangi memastikan kegiatan rutin tetap berjalan sambil menjaga kondusivitas Ramadhan, sementara DPR mendukung langkah kewaspadaan ini sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi ancaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Panglima TNI Agus Subiyanto teleh menerbitkan Telegram nomor TR/283/2026 untuk meminta prajurit siaga I di tengah konflik global. Telegram yang dibuat pada Minggu (1/3/2026) dan diteken oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letnan Jenderal Bobby Rinal Makmun itu merupakan respons dari memanasnya situasi di Timur Tengah.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan, dia mengatakan bahwa Kodam III Siliwangi memastikan tetap melakukan kegiatan rutinitas yang selama ini dijalankan sebelum surat Telegram tersebut didapat.

"Kami akan menjaga kondusifitas masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadhan dan melakukan patroli bersama di obyek vital," ujar Mahmuddin saat dihubungi, Senin (9/3/2026).

Di sisi lain, Kodam III Siliwangi pun berupaya mewaspadai bencana yang bisa terjadi di masyarakat termasuk dengan kondisi cuaca yang tidak menentu sekarang.

1. TNI harus siapsiaga

Ilustrasi TNI (unsplash.com/Arkana Bilal)
Ilustrasi TNI (unsplash.com/Arkana Bilal)

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah tak memberikan respons tegas mengenai terbitnya telegram dari Panglima TNI. Ia hanya menyebut TNI bertugas secara profesional dan responsif yang diwujudkan dengan memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional dan siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional maupun nasional.

"Dengan demikian maka TNI harus memiliki kesiapsiagaan operasional yang tinggi. Salah satunya adalah dengan melaksanakan apel pengecekan kesiapan secara rutin," ujar Aulia kepada IDN Times melalui pesan pendek pada malam ini.

Apel siaga I untuk mengantisipasi perkembangan situasi di dalam negeri sudah dilakukan di Kodam XXI/Radin Inten, Lampung pada Selasa (3/3/2026). Apel siaga I dipimpin langsung oleh Pangdam Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi di Lapangan Satlog, Way Halim, Kota Bandar Lampung.

"Apel Siaga I ini merupakan wujud kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi dan dinamika yang berkembang, baik terkait stabilitas keamanan wilayah maupun kondisi sosial kemasyarakatan," demikian yang tertulis di dalam keterangan Kodam XXI/Radin Inten dan dikutip pada hari ini.

Di dalam pesannya, Kristomei meminta semua personel harus siap. Selain itu, sistem komando dan pengendalian harus senantiasa berada pada tingkat optimal.

2. Berikut isi telegram tersebut

ilustrasi TNI AD (vecteezy.com/Onyengradar)
ilustrasi TNI AD (vecteezy.com/Onyengradar)

Telegram mengenai peningkatan status TNI menjadi siaga I tertuang di dalam dokumen nomor TR/283/2026 yang diteken oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letnan Jenderal Bobby Rinal Makmun. Di dalam grafis yang diperoleh IDN Times, instruksi itu memuat lima poin:

  • Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI menyiagakan penuh personel dan alutsista di jajarannya. Personel melaksanakan patroli di objek vital (obvit) strategis dan sentra perekonomian. Hal itu termasuk di bandara, pelabuhan laut/sungai, stasiun kereta, dan terminal bus, serta kantor PLN.
  • Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diminta untuk melaksanakan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.
  • Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI memerintahkan atase pertahanan (athan) RI di negara yang terdampak untuk mendata dan memetakan serta merencanakan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) bila diperlukan, serta berkoordinasi dengan Kemenlu (Kementerian Luar Neger) dan KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia).
  • Kodam Jaya/Jayakarta agar melaksanakan patroli di tempat-tempat obvit (obyek vital) strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusitivitas di wilayah DKI Jakarta.
  • Satuan intelijen TNI melaksanakan deteksi dini dan cegah dini adanya kelompok di tempat-tempat obvit strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.

Semua informasi yang didapat dari aktivitas deteksi dan patroli wajib dilaporkan secara langsung kepada Panglima TNI. Telegram itu ditujukan kepada semua petinggi di ketiga matra TNI. Di dalamnya juga tertulis siaga I berlaku sejak 1 Maret 2026 hingga masanya selesai.

3. DPR dukung kewaspadaan ini

Ilustrasi TNI yang ditugaskan di UNIFIL Lebanon. (Dokumentasi Puspen TNI)
Ilustrasi TNI yang ditugaskan di UNIFIL Lebanon. (Dokumentasi Puspen TNI)

Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, membenarkan adanya penerapan status siaga I oleh Panglima TNI. "Iya (telegram itu benar)," ujar Hasanuddin kepada IDN Times melalui pesan pendek, Sabtu (7/3/2026).

Anggota parlemen dari PDI Perjuangan (PDIP) itu menjelaskan, kenaikan status menjadi siaga I menunjukkan kesiapan prajurit TNI terhadap potensi bahaya. "Tingkat siaga itu tak perlu dikonsultasikan dengan DPR," katanya.

Ketika ditanyakan apakah peningkatan status ini di lingkungan TNI tidak dianggap berlebihan sehingga menciptakan kesan Indonesia tak aman, Hasanuddin menepisnya. "Berlebihan itu kalau kita terlibat adu fisik atau militer," ujarnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More