Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kepuasan Publik Kalah dari KDM, Erwan: 'Taktak Ulah Ngaluhuran Sirah

Kepuasan Publik Kalah dari KDM, Erwan: 'Taktak Ulah Ngaluhuran Sirah
Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan (Humas/Pemprov Jabar)
Intinya Sih
5W1H
  • Survei Indikator Politik menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Dedi Mulyadi mencapai 95,5 persen, sedangkan Erwan Setiawan hanya 55,3 persen setelah satu tahun masa kepemimpinan bersama.
  • Erwan menilai perbedaan itu wajar karena perannya lebih banyak di kantor, sementara Gubernur Dedi sering turun langsung ke lapangan bertemu masyarakat.
  • Ia menegaskan prinsip bahwa wakil tidak boleh melebihi kepala daerah dan memastikan pembagian tugas tetap proporsional demi efektivitas pemerintahan Jawa Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan turut angkat bicara mengenai respon publik terhadap satu tahun kepemimpinannya bersama Gubernur Dedi Mulyadi alias KDM. Berdasarkan hasil survei Indikator Politik, publik masih belum puas terhadap kinerja Erwan dibandingkan Dedi Mulyadi.

Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Dedi Mulyadi mencapai 95,5 persen terdiri dari 35,8 persen menyatakan sangat puas dan 59,7 persen merasa cukup puas.

Sedangkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Erwan Setiawan hanya 55,3 persen. Angka itu terdiri dari 5,6 menyatakan sangat puas dan 49,7 persen merasa cukup puas.

1. Wakil tidak boleh melebihi kepala daerahnya

IMG-20250630-WA0055.jpg
Wagub Erwan Setiawan (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dengan kondisi itu, Erwan menyampaikan, dalam konteks pemerintah daerah, wakil tidak boleh melebihi satu tingkat diatasnya baik itu gubernur atau wali kota atau bupati. Keyakinan itu lah yang dipegangnya dalam menjalankan roda pemerintahan Pemprov Jabar.

"Kan sistem pemerintahan di kita ini, wakil tidak boleh melebihi kepala dan saya tahu diri. Istilah Bahasa Sunda Taktak ulah ngaluhuran sirah (Pundak Tidak Boleh Melebihi Kepala)," kata Erwan, Selasa (24/2/2026).

2. Erwan lebih banyak kerja di kantor dibandingkan di lapangan

IMG-20250630-WA0054.jpg
Wagub Jabar Erwan Setiawan (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selisih tingkat kepuasan publik antara dirinya dengan Dedi Mulyadi merupakan hal yang wajar, karena selama ini dia mendapat tugas untuk tetap berada di kantor, sedangkan Dedi Mulyadi memang bekerja di lapangan untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

"Pak Gubernur kan lebih sering di lapangan. Saya di kantor, ya orang pasti jarang melihat aktivitas saya. Pak Gubernur kan langsung dengan masyarakat. Kalau dua-duanya turun semua, bagaimana di kantor. Ya, saya kira wajar, enggak jadi masalah. Yang penting pemerintahan efektif dan berjalan dengan baik," tuturnya.

3. Pastikan tidak ada pengurangan porsi kerja

Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan (Humas/Pemprov Jabar)
Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan (Humas/Pemprov Jabar)

Tugas utama sebagai wakil sendiri yaitu membantu gubernur untuk menyelesaikan program dan juga persoalan lainnya di masyarakat. Dengan begitu, Erwan tidak ingin melebihi atau sejajar dengan Dedi Mulyadi dari segi apa pun, karena masing-masing telah memiliki porsi tugas.

"Tujuan utama kita adalah bekerja, tujuannya menyejahterakan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini kan tahun pertama, untuk apa saya lebih dari atau sejajar dengan Pak Gubernur. Emang mau pecah kongsi? Kan enggak. Kami kan satu kesatuan, pemilihan kan satu paket. Silakan masyarakat menilai sendiri seperti apa," ujarnya.

Lebih lanjut, Erwan pun membantah anggapan pengurangan porsi tugas. Erwan menegaskan bahwa pendelegasian wewenang, termasuk menerima tamu dari luar negeri, tetap berjalan proporsional sesuai kebutuhan organisasi.

"Enggak juga (tidak ada pengurangan porsi tugas). Tamu-tamu dari luar negeri saya yang selalu terima. Kan kalau di sini kosong siapa yang akan terima," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More