Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemarau Landa Seluruh Jabar, Pemda Diminta Antisipasi Kekeringan
Ilustrasi kekeringan akibat kemarau panjang dan fenomena El Nino terjadi di Indonesia, Senin (18/9/2023). Cover Grafis IDN Times
  • BMKG mencatat hampir seluruh wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau sejak awal Juli 2026 dengan puncak diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September mendatang.
  • Fenomena El Nino diprediksi memperpanjang durasi kemarau dan menurunkan curah hujan, sehingga masyarakat diimbau hemat air serta waspada terhadap kekeringan dan kebakaran hutan.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla hingga 30 September 2026 untuk mempercepat koordinasi, pendanaan, dan langkah mitigasi lintas sektor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
12 Juni 2026

Surat Edaran Nomor 4918/PB.01.03/BPBD diterbitkan, meminta Dinas Sumber Daya Air memantau debit waduk dan menyiapkan sumber air alternatif.

1 Juli hingga 30 September 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Jabar melalui Keputusan Gubernur Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026.

dasarian I bulan Juli 2026

BMKG Stasiun Klimatologi Jabar mencatat seluruh wilayah Jawa Barat telah memasuki Zona Musim kemarau dengan cakupan sekitar 98 persen dari total ZOM yang ada.

20 Juli 2026

Edi Wibowo menyampaikan bahwa seluruh ZOM di Jawa Barat telah masuk musim kemarau dan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi kekeringan.

Agustus - September 2026

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada periode ini dengan curah hujan rendah akibat pengaruh fenomena El Nino, serta durasi kemarau lebih panjang dari biasanya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Seluruh wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau dengan tingkat kekeringan tinggi, disertai penetapan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
  • Who?
    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jabar, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi, Sekda Herman Suryatman, serta masyarakat di 27 kabupaten dan kota.
  • Where?
    Seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat yang mencakup 27 kabupaten dan kota berada dalam kondisi musim kemarau dengan potensi kekeringan dan kebakaran lahan.
  • When?
    Kondisi kemarau tercatat sejak dasarian I Juli 2026 dengan puncak diperkirakan pada Agustus hingga September 2026. Status siaga darurat berlaku dari 1 Juli sampai 30 September 2026.
  • Why?
    Kemarau terjadi akibat curah hujan di bawah normal serta pengaruh fenomena El Nino yang meningkatkan risiko kekeringan panjang dan kebakaran hutan di wilayah Jawa Barat.
  • How?
    Pemerintah daerah diminta mempercepat pembangunan jaringan air bersih, memperbaiki irigasi, memilih varietas tanaman tahan kering, serta memantau waduk dan sumber air untuk mengantisipasi dampak kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sekarang di Jawa Barat lagi kemarau panjang banget, hampir semua tempat kering. Pak Edi dari BMKG bilang puncaknya nanti bulan Agustus sampai September dan hujannya sedikit sekali. Pemerintah sudah siaga darurat supaya orang hemat air dan hati-hati kebakaran hutan. Mereka juga siap bantu petani dan perbaiki tempat air biar gak kekeringan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penetapan status siaga darurat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan kesiapsiagaan yang tinggi dalam menghadapi musim kemarau. Langkah ini memperlihatkan koordinasi yang kuat antara BMKG, BPBD, dan berbagai dinas terkait untuk memastikan pengelolaan sumber daya air, pertanian, serta pencegahan kebakaran hutan dapat dilakukan secara terencana dan cepat saat kondisi kritis muncul.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat dipastikan sudah memasuki Zona Musim (ZOM) kemarau dengan presentase mencapai sekitar 98 persen dari total 41 ZOM yang ada. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jabar mencatat hal tersebut sudah terjadi sejak dasarian I bulan Juli 2026.

Kendati begitu, dari 41 ZOM yang berada di wilayah Jabar, hanya satu yang memiliki karakter ZOM dengan tipe satu musim, sedangkan sisanya sudah masuk dalam zona musim kemarau.

"Kami sampaikan, seluruh ZOM di Jawa Barat telah memasuki musim kemarau dan satu ZOM merupakan tipe satu musim," ungkap Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Edi Wibowo, Senin (20/7/2026).

1. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus

Ilustrasi kekeringan. (IDN Times/Aditya Pratama

Edi mengungkapkan, puncak musim kemarau diperkirakan akan berlangsung pada bulan Agustus hingga September 2026 dengan sifat lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis. Potensi ini disebabkan karena curah hujan di masa puncak musim kemarau diperkirakan akan berada pada kategori rendah atau dibawah normal.

"Agustus diperkirakan puncak kemaraunya," katanya.

Oleh sebab itu Edi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada terhadap berbagai potensi bencan pada musim kemarau seperti menjaga ketersediaan air bersih serta melakukan penghematan untuk keperluan sehari-hari.

Musababnya, musim kemarau tahun ini juga diprediksi akan disertai dengan fenomena El Nino dengan peluang kemungkinan terjadi El Nino kategori lemah sebesar 100 persen, El Nino kategori Moderat sebesar 98 persen dan El Nino kategori kuat sebesar 60 persen.

"Sehingga untuk durasi musim kemarau tahun ini di beberapa wilayah di Jawa Barat diprediksi lebih panjang, dengan sifat hujan di bawah normal," ungkapnya.

2. BMKG mengimbau agar pemerintah daerah antisipasi kekeringan

Ilustrasi kekeringan di Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Begitu juga bagi seluruh pemangku kepentingan, BMKG mengimbau untuk meminimaliris dampak potensi bencana kekeringan dan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di masa puncak kemarau tahun 2026 misal dengan melakukan percepatan pembangunan jaringan air bersih.

"Untuk sektor pertanian di lakukan pemilihan varietas tanaman yang tahan kekeringan. Sementara untuk sektor pengairan dilakukan pengisian waduk dan perbaikan irigasi. Sedangkan untuk sektor kehutanan di antisipasi dan dipetakan daerah-daerah yang rawan terjadi karhutla," kata Edi.

3. Pemprov Jabar sudah menerbitkan SE siaga kekeringan

Ilustrasi kekeringan (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah Jawa Barat mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.

Keputusan siaga darurat tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026 yang berlaku di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang diteken langsung Dedi Mulyadi.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, status siaga darurat menjadi dasar bagi pemerintah daerah mempercepat koordinasi, mobilisasi sumber daya, serta dukungan pendanaan penanggulangan bencana.

Kebijakan tersebut diambil berdasarkan prediksi BMKG mengenai potensi musim kemarau yang berisiko memicu kekeringan, krisis air bersih, gangguan sektor pertanian, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Herman menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca bersama BMKG dan BPBD serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.

Selain itu, dikeluarkan juga Surat Edaran Nomor 4918/PB.01.03/BPBD tertanggal 12 Juni 2026, Dinas Sumber Daya Air diminta memantau debit waduk, bendungan, embung, dan sumber air lainnya serta menyiapkan sumber air alternatif.

Curated For You

Editorial Team

Related Article