Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kejar Investasi Rp314 Triliun, Jabar Siapkan Insentif Pasokan Listrik
ilustrasi investasi (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Pemprov Jawa Barat menargetkan realisasi investasi Rp314 triliun pada 2026 dengan strategi pemberian insentif dan penyelesaian hambatan pasokan listrik di kawasan industri.
  • Jumlah kawasan industri penerima fasilitas KLIK meningkat dari 12 menjadi 24, diharapkan mempercepat proses pembangunan dan menarik minat investor baru.
  • PLN menyiapkan solusi percepatan infrastruktur kelistrikan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan daya, terutama dari sektor pusat data, guna mendukung kelancaran investasi di Jawa Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2025

Realisasi investasi di Jawa Barat mencapai Rp296,8 triliun sepanjang tahun ini.

Triwulan I 2026

Realisasi investasi di Jawa Barat telah mencapai Rp76,8 triliun pada periode ini.

2 Juli 2026

Dedi Taufik menyampaikan keterangan resmi mengenai target investasi Rp314 triliun dan langkah percepatan penyediaan pasokan listrik bagi kawasan industri.

Tahun 2026

Pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp314 triliun. Berdasarkan Keputusan Menteri Investasi Nomor 161.S Tahun 2026, jumlah kawasan industri dengan fasilitas KLIK meningkat dari 12 menjadi 24 kawasan.

kini

Pemprov Jawa Barat terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat penyelesaian hambatan strategis dan memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung investasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan insentif dan memperkuat pasokan listrik untuk kawasan industri guna mengejar target realisasi investasi sebesar Rp314 triliun pada tahun 2026.
  • Who?
    Kepala DPMPTSP Jawa Barat Dedi Taufik, Pemprov Jabar, PT PLN Unit Induk Pembangunan Jabar Bagian Tengah, serta perwakilan Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, dengan fokus pada kawasan industri di berbagai wilayah provinsi tersebut.
  • When?
    Keterangan resmi disampaikan Kamis, 2 Juli 2026, dengan capaian investasi hingga triwulan I 2026 mencapai Rp76,8 triliun.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional melalui peningkatan realisasi investasi serta penyelesaian hambatan infrastruktur kelistrikan.
  • How?
    Pemprov Jabar memberikan insentif fiskal, memanfaatkan fasilitas KLIK di 24 kawasan industri, berkoordinasi dengan PLN untuk percepatan jaringan listrik, serta menyediakan pendampingan teknis bagi investor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah di Jawa Barat mau bikin banyak orang datang tanam uang supaya daerahnya maju. Mereka kasih hadiah khusus dan siap bantu listrik buat pabrik-pabrik. Pak Dedi bilang tahun depan mau dapat uang besar sekali sampai ratusan triliun. Sekarang sudah ada banyak yang masuk, tapi mereka masih harus kerja cepat biar semua bisa jalan lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan insentif dan memastikan pasokan listrik bagi kawasan industri menunjukkan komitmen kuat terhadap iklim investasi yang kondusif. Peningkatan jumlah kawasan dengan fasilitas KLIK serta kolaborasi lintas lembaga, termasuk PLN dan Direktorat Jenderal Pajak, mencerminkan upaya terpadu untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui efisiensi, kepastian, dan sinergi kebijakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menarik investasi melalui pemberian fasilitas insentif serta penyelesaian hambatan penyediaan pasokan listrik bagi kawasan industri. Hal ini dilakukan untuk mengejar target realisasi investasi sebesar Rp314 triliun pada 2026.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan, percepatan investasi menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Dia mengungkapkan, realisasi investasi di Jawa Barat sepanjang 2025 mencapai Rp296,8 triliun. Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan investasi sebesar Rp314 triliun.

1. Jabar berikan kontribusi 15 persen terhadap investasi nasional

Ilustrasi investasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Hingga triwulan I 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp76,8 triliun sehingga diperlukan berbagai langkah percepatan agar target tersebut dapat tercapai.

"Selama ini investasi Jawa Barat memberikan kontribusi sekitar 15 persen terhadap investasi nasional. Karena itu, penyelesaian berbagai hambatan investasi di Jawa Barat diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pencapaian investasi nasional," kata Dedi melalui keterangan resmi, diikutip Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, investor membutuhkan tiga kepastian utama, yakni kemudahan memulai pembangunan, efisiensi biaya investasi, serta kepastian ketersediaan infrastruktur pendukung, terutama pasokan listrik.

"Ketiga aspek tersebut harus hadir secara bersamaan agar investasi dapat terealisasi dengan cepat," ujarnya.

2. Pemprov Jabar mendorong pemanfaatan fasilitas KLIK

Ilustrasi investasi (IDN Times/Mia Amalia)

Pemprov Jabar juga mendorong optimalisasi pemanfaatan fasilitas Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) sebagai instrumen percepatan realisasi investasi.

Berdasarkan Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Nomor 161.S Tahun 2026, jumlah kawasan industri di Jawa Barat yang telah menerapkan fasilitas KLIK meningkat dari 12 menjadi 24 kawasan.

Penambahan tersebut diharapkan mempercepat investor memulai pembangunan setelah memenuhi persyaratan yang berlaku.

Selain itu, Pemprov Jabar menyatakan siap memberikan pendampingan kepada kawasan industri dalam menyelesaikan berbagai kendala teknis di lapangan.

Forum tersebut juga menghadirkan Staf Ahli Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak Kementerian Keuangan, Iwan Djuniardi.

3. Ada tax holiday diberikan untuk banyak investor

Ilustrasi investasi. (IDN Times/Mia Amalia)

Dia menyampaikan bahwa arah kebijakan Direktorat Jenderal Pajak kini bergeser dari pendekatan enforcement menjadi engagement, yakni memperkuat kepercayaan dan kolaborasi dengan wajib pajak.

Sementara itu, Kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat I memaparkan berbagai fasilitas perpajakan yang dapat dimanfaatkan investor, mulai dari Tax Holiday, Tax Allowance, fasilitas kepabeanan, fasilitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga Super Tax Deduction untuk kegiatan penelitian, pengembangan, dan pendidikan vokasi.

Di sisi lain, kesiapan infrastruktur kelistrikan juga menjadi perhatian utama dalam forum tersebut. PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Barat Bagian Tengah menyampaikan bahwa secara umum sistem kelistrikan Jawa Barat masih memiliki cadangan daya yang memadai.

Meski demikian, sejumlah kawasan industri mulai mengalami tekanan kapasitas jaringan akibat meningkatnya kebutuhan listrik, terutama dari sektor pusat data (data center).

Untuk mengantisipasi hal itu, PLN menawarkan sejumlah solusi percepatan penyediaan infrastruktur kelistrikan, termasuk skema pembangunan gardu induk dan jaringan transmisi oleh pelanggan dengan mekanisme kompensasi biaya penyambungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, para peserta menyepakati bahwa percepatan investasi hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara kemudahan perizinan, insentif fiskal, serta penyediaan infrastruktur dasar, khususnya pasokan listrik.

Pemprov Jawa Barat juga menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis yang dihadapi para investor.

Editorial Team

Related Article