Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Sementara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat pun memberikan teguran terhadap RSHS. Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi mengatakan, standar operasional prosedur (SOP) penting dalam setiap tahapan pelayanan pada pasien, termasuk dalam penanganan bayi di ruang NICU. Sebab hal ini merupakan dasar pelayanan terhadap masyarakat.
"Namanya mutu layanan berarti pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada pasien, dari segi keselamatan pasien, keselamatan dalam berbagai hal, itu yang nanti kami ingatkan di RSHS," tutur Vini.
Dia menegaskan, seluruh proses pelayanan harus mengacu pada SOP yang ketat, termasuk dalam hal penyerahan bayi kepada keluarga. Vini pun turut menyoroti hal tersebut.
"Dari mulai pemeriksaan kepada pasien, tindakan itu ada SOP-nya harus seperti apa, termasuk tadi ya memberikan bayi juga pasti ada SOP-nya, kami lihat nanti SOP-nya ada tidak," ujarnya.
Sedangkan, Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari mengatakan, kasus yang sering terjadi di RSHS ini bisa jadi karena adanya celah serius dalam sistem pengamanan dan pelayanan rumah sakit.
"Persis April tahun lalu, kasus pelecehan oleh Dokter Priguna terjadi di RSHS. April tahun ini terjadi lagi dengan kasus berbeda, yaitu penculikan anak. Ini harus menjadi perhatian khusus," ujar Zaini, Sabtu (11/4/2026).
Sebagai rumah sakit rujukan, Zaini meminta agar RSHS bisa memperbaiki secara maksimal seluruh tahapan pelayanan berjalan sesuai SOP, termasuk pengawasan ketat terhadap aktivitas di dalam lingkungan rumah sakit.
"Kalau saya pelajari, dalam kasus ini ada ruang atau celah terbuka, lalu lalang orang kemudian berinteraksi di situ. Atau jangan-jangan pelaku ini bagian dari sindikat yang memang sudah terbiasa melakukan hal-hal seperti ini yang menyangkut anak," katanya.
Menurut dia, kunci pencegahan kejadian serupa terletak pada disiplin penerapan SOP mulai dari tenaga medis hingga keluarga pasien.
"Yang harus menjadi perhatian seksama adalah penerapan SOP-nya, dilakukan tidak oleh pihak RS maupun perangkatnya, dari mulai dokter, perawat, termasuk orangtua bayi. Kalau SOP dijalankan, kejadian ini tidak akan terjadi," ucapnya.