Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kapolri Listyo Sigit Minta Maaf, Janji Tindak Tegas Brimob Pelaku Pelajar Meninggal

Kapolri Listyo Sigit Minta Maaf, Janji Tindak Tegas Brimob Pelaku Pelajar Meninggal
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (inin nastain/IDN Times)
Intinya Sih
  • Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf atas tindakan brutal anggota Brimob yang menyebabkan tewasnya seorang pelajar MTs di Majalengka, serta berjanji menindak tegas pelaku.
  • Ia menegaskan Polri akan mengedepankan pendekatan humanis dan dialog dalam menghadapi aksi massa, mengganti paradigma dari menjaga menjadi melayani untuk mencegah kekerasan serupa terulang.
  • Listyo juga menyoroti ancaman serius narkoba dan judi online yang menyasar berbagai usia, meminta masyarakat tidak takut melapor serta memastikan hukuman berat bagi aparat yang terlibat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Majalengka, IDN Times - Polri kembali menjadi sorotan setelah salah satu anggota mereka melakukan penganiayaan hingga tewas seorang Siswa MTs. Kejadian itu menambah daftar panjang kasus yang terjadi di lembaga kepolisian, setelah pada akhir 2025 lalu anggota Polri juga melindas sopir ojek online (Ojol) dan menjadi luka yang mendalam bagi masyarakat.

Menyikapi hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara langsung menyampaikan permintaan maaf. Selain itu, dia juga berjanji akan memberikan tindakan tegas terhadap anggota Polri berpangkat Bripda itu.

"Saya juga mohon maaf apabila ada anggota-anggota kita di lapangan, yang pada saat kerja, mungkin karena dia sudah capek, emosional. Kemudian melakukan langkah-langkah di luar SOP yang ditentukan," kata Kapolri saat sambutan puncak resepsi Milad 108 PUI di Pondok Pesantren Santi Asromo, Majalengka, Senin (23/2/2026).

1. Listyo janji tindak tegas pelaku

IMG_20260223_123156.jpg
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (inin nastain/IDN Times)

Dalam kesempatan itu, Listyo memastikan tindakan tegas akan diberikan kepada pelaku. Dia menjelaskan apa yang dilakukan pelaku telah jauh dari tugas seorang Brimob.

"Beberapa waktu terjadi peristiwa anggota Brimob. Saya minta untuk diambil langkah tegas. Karena tugasnya teman-teman Brimob, tentunya tugasnya adalah melindungi masyarakat, melakukan operasi kemanusiaan. Menjaga pada saat terjadi eskalasi tinggi," kata dia.

Dengan tindakan tegas yang akan diberikan, Listyo berharap kasus serupa tidak akan terulang lagi. "Sehingga tentunya apa yang menjadi aturan, tolong ditangani. Sehingga tidak terjadi lagi," katanya.

2. Kembali janji kedepankan dialog

ilustrasi Brimob (IDN Times/Irfan Fathurohman)
ilustrasi Brimob (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Dalam kesempatan itu, Kapolri memaparkan beberapa kejadian besar selama 2025 lalu. Beberapa peristiwa yang melibatkan massa itu tidak menutup kemungkinan kembali terjadi pada 2026 ini.

"Kita pernah menghadapi aksi-aksi menonjol yang terjadi, Mulai dari Indonesia Gelap, Indonesia Cemas, beberapa waktu muncul kenaikan pajak yang yang memunculkan aksi demo. Termasuk Agustus kelabu dan black September. Ini tentunya bisa saja terjadi lagi di tahun-tahun mendatang, bulan-bulan mendatang," katanya.

Listyo kembali berjanji jajarannya akan mengedepankan sisi humanis saat menghadapi aksi massa. "Kami juga mengubah paradigma, yang sebelumnya menjaga, kami ubah menjadi melayani dan kami melakukan pendekatan-pendekatan yang lebih preventif, lebih dialog," tuturnya dia

3. Narkoba-judol masih jadi ancaman, masyarakat diminta jangan takut lapor

Narkoba jenis Ganja.
ilustrasi narkoba jenis Ganja (unsplash.com/GRAS GRUN)

Sementara itu, Kapolri juga menilai permasalahan narkoba dan judi online (judol) di Tanah Air masih tinggi. Dari catatan kepolisian, kasus narkoba dan judol di Indonesia menyasar usia remaja hingga tua.

"Kami masih menghadapi tantangan besar terkait dengan masalah narkoba dan judi online. Kalau kita lihat, pengguna narkoba saat ini masih sangat besar. Usianya dari 15 sampai 64 tahun. Tolong ini jadi perhatian kita semua," tutur Listyo.

"Ini tidak hanya terjadi di kota-kota. Mungkin sudah masuk ke desa-desa, mungkin masuk ke tempat-tempat yang tidak kita duga bahwa itu bisa diedarkan."

Hal serupa juga berlaku untuk judol. Menurut Kapolri, Judol telah menyebar ke berbagai kalangan. Untuk di Jawa Barat, katanya, kasus judol paling tinggi ditempati kalangan pelajar, lalu karyawan swasta dan ibu rumah tangga.

Terkait keseriusan perang terhadap narkoba hingga judol di kalangan kepolisian, Kapolri menegaskan pihaknya akan memberikan tindakan tegas.

"Jangan ragu-ragu untuk dipecat dan diberikan hukuman yang seberat-beratnya. Kalau polisi, penegak hukumnya ikut terlibat, bagaimana bisa mengamankan masyarakat? Kalau ada oknum, laporkan pasti akan kami tindak," tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More