Kantor Dinas Pemprov Jabar Bakal Terapkan Zero Emission Zone

Bandung, IDN Times - Program bebas asap kendaraan atau zero emission zone bakal turut diterapkan di seluruh kantor dinas atau perangkat daerah yang ada di Provinsi Jawa Barat. Progam ini sendiri sebelumnya sudah ditetapkan terlebih dahulu di Gedung Sate setiap hari jumat.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menuturkan, zero emission zone yang sudah diterapkan di Gedung Sate akan diterapkan di seluruh kantor perangkat daerah Pemdaprov Jabar pada Oktober 2024.
"Program ZEZ ini akan dikonsepkan secara matang, untuk tidak hanya diterapkan di kawasan Gedung Sate, tetapi juga dapat direplikasi, khususnya di area perkantoran seluruh perangkat daerah lingkup provinsi," ucap Herman, melalui keterangan resmi, Sabtu (14/9/2024).
1. Implementasi harus luas hingga kabupaten dan kota

Menurut Herman, penyiapan ZEZ akan dilakukan juga di kantor pemda kabupaten kota dan kawasan non-pemerintahan lainnya di Jabar.
"Tentu untuk implementasi yang lebih luas dan keberlanjutan pelaksanaan program tersebut, analisis dan evaluasi yang mendalam, baik dari sisi kesiapan infrastruktur, regulasi penunjang, aspek lingkungan, dan respons pegawai masyarakat sangat perlu untuk dilakukan," katanya.
2. Progam ini harus berdampak ke masyarakat

Herman pun berharap implementasi program ZEZ dapat membawa kebermanfaatan bagi masyarakat Jawa Barat. Progam ini sendiri diyakini dapat memberikan kebaikan terhadap lingkungan dan turut berkelanjutan.
"Yang terpenting kegiatan atau program ini dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Barat," kata Herman.
3. Progam bebas kendaraan tidak selalu berjalan mulus

Untuk diketahui, Pemprov Jawa Barat menerapkan bebas kendaraan di Gedung Sate setiap hari Jumat. ASN yang berkantor diminta tidak membawa kendaraan pribadi yang berbahan bakar minyak atau BBM, pegawai dianjurkan menggunakan transportasi publik dan kendaraan listrik.
Meski begitu, dalam praktiknya, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin melihat masih banyak ASN dan pegawai yang tetap menggunakan kendaran pribadi namun diparkir dekat Gedung Sate.
"Kemarin kami evaluasi, sejujurnya memang yang jumat bebas kendaraan itu tidak terlalu efektif. Karena kan teman-teman kami (pegawai) ada yang parkir di Pusdai, kami tahulah ada juga drop di depan," kata Bey, Selsa (28/8/2024).



















