Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kampanye di Majalengka, Demul Beberkan Cara Atasi Kemiskinan di Jabar
Inin Nastain IDN Times/ Cagub Jabar KDM

Majalengka, IDN Times- Angka kemiskinan di wilayah Ciayumajakuning mendapat perhatian dari Calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ada beberapa langkah yang akan diambil Kang Dedi Mulyadi (KDM) jika nantinya dia terpilih sebagai Gubernur bersama wakilnya Erwan Setiawan.

Diakuinya, kasus kemiskinan menjadi pekerjaan rumah (PR) saat dirinya nanti terpilih menjadi Gubernur. "Itu problem di sini ya," kata KDM, saat menghadiri pasar rakyat di Desa, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Minggu (13/9/2024).

1. Beberapa sektor bisa jadi solusi mengurangi angka kemiskinan

Inin Nastain IDN Times/ KDM bersama Cabup-cawabup Majalengka

Dijelaskan KDM, pertanian menjadi salah satu sektor yang harus dibenahi. Ditegaskannya, perlu ada perhatian untuk memastikan sistem irigasi berjalan maksimal.

"Pertama itu kan banyakan pertanian sawah (panen) setahun sekali. Jadi infrastruktur irigasinya harus segera dibenahi," kata dia.

Beberapa daerah di Ciayumajakuning, seperti Kabupaten Majalengka juga saat ini banyak tumbuh industri. Ditegaskannya, diperlukan adanya keberpihakan dari pihak investor untuk menyerap tenaga kerja warga sekitar.

"Yang kedua adalah serapan industri. Kan di sini harus segera tumbuh industri yang bisa menyerap banyak tenaga kerja," jelas dia.

2. Berharap Kertajati terus menggeliat

Inin Nastain IDN Times/ KDM menyapa masyarakat Majalengka

Dalam hal penanganan kemiskinan, KDM juga berharap 'tuah' Kertajati. Sektor jasa, bisa terkerek, jika keberadaan Bandara Kertajati (BIJB) terus menunjukkan geliat positif.

"Kemudian yang ketiganya adalah sektor-sektor jasa harus semakin berkembang. Sehingga ke depan itu kan kalau misalnya nanti tumbuh Kertajati dengan baik Industri perhotelannya tumbuh, industri manufakturnya tumbuh. Maka angka kemiskinannya akan selesai," jelas politisi Gerindra itu.

"Selain itu juga fokus program negara, pemerintah harus fokus seperti yang saya sampaikan. Jadi gini, konsepsi ke depan ada berapa sih angka kemiskinan di Majalengka? Itu akan saya bagi habis," lanjut dia.

Dia menegaskan, setelah muncul angka, nanti akan ada pembagian kewajiban antara pemerintah pusat dan daerah. 

"Nanti birokrat kewajibannya apa. Provinsi kewajibannya apa. Pusat kewajibannya apa? Sehingga konsisten pada itu. Gak boleh geser-geser. Termasuk keberhasilan keluarga berencana, kan kemiskinan terjadi juga anaknya banyak," jelas dia.

3. Penanganan kemiskinan dari keluarga

Inin Nastain IDN Times/ KDM hadiri Pesta Rakyat di Majalengka

Lebih jauh dijelaskannya, penanganan kemiskinan akan dilakukan dari mulai tingkat keluarga. Warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu), akan diperbaiki oleh pemerintah, dengan anggaran sebesar Rp50 juta.

"Rumahnya saya perbaiki dengan standar Rp50 juta minimal. Jaringan air bersihnya saya perbaiki. Anak-anaknya saya jamin pendidikannya. Rumah sakitnya saya jamin," kata dia. 

Selain itu, tiap keluarga juga harus bisa membaca peluang. Selain bekerja di sektor industri, mereka juga harus bisa memanfaat lahan di sekitar tempat tinggalnya.

"Ruang lapangan kerjanya akan dibuka, kemudian orangnya harus produktif. Bisa nanam cengek, nanam cabai, nanam padi, ikan, kambing, sapi. Selesai! Tapi kalau itu miskin juga berarti kedul (malas)," tegas dia.

Editorial Team

Related Article