Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari Lapangan Bulutangkis, Industri TPT Bangun Kolaborasi-Ide Bisnis

Dari Lapangan Bulutangkis, Industri TPT Bangun Kolaborasi-Ide Bisnis
Kegiatan The Textile Industry Badminton Tournament (TTIBT) di Gor Koni Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
Share Article

Bandung, IDN Times – Turnamen bulutangkis antarpelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) bertajuk The Textile Industry Badminton Tournament (TTIBT) kembali digelar di Kota Bandung. Memasuki penyelenggaraan tahun kedua pada 2026, antusiasme peserta justru meningkat tajam hingga melebihi kapasitas yang disiapkan panitia.

Melalui kegiatan olahraga, para pemilik perusahaan, direksi, hingga profesional di industri tekstil memiliki kesempatan bertemu dalam suasana yang lebih santai. Kegiatan ini membuat komunikasi yang terbangun tidak berhenti di lapangan, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang mampu memperkuat industri tekstil nasional.

"Mereka tentu tidak bisa sendiri menghadapi persoalan besar ini. Karena itu mereka membangun konsolidasi, kolaborasi, sinergi, dan salah satu wadahnya adalah kegiatan olahraga seperti yang kita saksikan hari ini," kata Ketua Ikatan Alumni ITT/STTT, Riady Madyaditana, Senin (20/7/2026).

1. Cari peluang dorong perekonomian

WhatsApp Image 2026-07-20 at 7.33.02 AM.jpeg
Kegiatan The Textile Industry Badminton Tournament (TTIBT) di Gor Koni Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Riady mengatakan, nilai terbesar dari turnamen ini justru lahir di luar pertandingan. Menurutnya, banyak pimpinan perusahaan memanfaatkan momentum tersebut untuk saling bertukar informasi mengenai kondisi bisnis masing-masing.

Komunikasi yang sebelumnya sulit dilakukan di tengah kesibukan operasional perusahaan menjadi lebih cair melalui kegiatan olahraga. Dari pertemuan tersebut, berbagai peluang kerja sama maupun ide bisnis baru mulai bermunculan.

"Saya melihat beberapa direksi perusahaan juga hadir. Mereka saling berbagi cerita mengenai kondisi perusahaan masing-masing, berdiskusi bagaimana situasi di tempat masing-masing dan apa yang bisa dilakukan supaya kondisi industri menjadi lebih baik," katanya.

Di balik penyelenggaraan turnamen tersebut, IKA ITT juga ingin menyampaikan pesan bahwa industri tekstil Indonesia masih memiliki optimisme untuk bertahan dan berkembang. Karena itu, pemerintah diminta memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sektor yang menyerap jutaan tenaga kerja tersebut.

Riady menyebut, semangat pelaku industri yang rela datang dari berbagai daerah seharusnya menjadi sinyal positif bagi pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang lebih mendukung dunia usaha.

"Perhatian pemerintah terhadap industri tekstil perlu terus ditingkatkan. Jangan sampai industri ini justru semakin berat. Yang dibutuhkan adalah solusi agar industri bisa terus bergerak," ujarnya.

2. Pelaku industri butuh wadah mengekspresikan diri

WhatsApp Image 2026-07-20 at 7.41.38 AM.jpeg
Kegiatan The Textile Industry Badminton Tournament (TTIBT) di Gor Koni Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, Ketua Pelaksana TTIBT 2026, Okta Sakti Eka Kusumawan mengatakan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini memang dibutuhkan industri.

"Tahun ini kami membuka kuota 32 industri, ternyata over. Bahkan ada tujuh industri yang tidak bisa kami terima karena kuotanya sudah penuh," ujarnya.

Okta menambahkan, semakin banyaknya perusahaan yang kembali mengikuti turnamen membuktikan kegiatan ini memberikan manfaat nyata, bukan sekadar hiburan.

"Peserta yang ikut tahun lalu ternyata kembali mendaftar tahun ini. Artinya mereka merasa kegiatan ini memang bermanfaat," ujarnya.

3. Berharap ada dukungan pemerintah

WhatsApp Image 2026-07-20 at 7.41.35 AM (1).jpeg
Kegiatan The Textile Industry Badminton Tournament (TTIBT) di Gor Koni Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Di sisi lain, dia berharap ada dukungan pemerintah khususnya oleh sektor perbankan agar tidak lagi memandang industri tekstil sebagai sektor yang sudah memasuki masa senja.

"Harapannya pemerintah dan perbankan bisa melihat bahwa industri tekstil masih hidup, masih bergerak, dan masih memiliki semangat untuk berkembang. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini juga menjadi bukti bahwa industri tekstil tetap optimistis menghadapi tantangan," kata Okta.

Panitia pun berencana menambah kuota peserta menjadi 48 industri pada penyelenggaraan tahun depan. Dengan semakin banyak perusahaan yang terlibat, ITTB diharapkan tak hanya menjadi agenda olahraga tahunan, tetapi juga forum yang melahirkan jejaring, kolaborasi, hingga peluang bisnis baru bagi industri tekstil nasional.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Barat

See More