Jelang Lebaran, Satgas Pangan Jabar Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional

- Satgas Pangan Polda Jabar memperketat pengawasan distribusi bahan pokok di pasar tradisional menjelang Lebaran 2026 untuk mencegah penimbunan dan memastikan harga sesuai ketentuan pemerintah.
- Pengawasan mencakup pengecekan harga daging, minyak goreng, dan sayuran agar tetap sesuai harga acuan; pedagang diimbau mengambil pasokan dari jalur resmi demi menjaga stabilitas harga.
- Perum Bulog Kanwil Jabar mempercepat penyerapan gabah petani selama Ramadan guna memenuhi target nasional serta menjaga ketersediaan stok pangan dan kestabilan harga di tingkat petani maupun konsumen.
Bandung, IDN Times - Satgas Pangan Polda Jawa Barat meningkatkan pengawasan distribusi bahan pokok menjelang Lebaran 2026 untuk mencegah praktik penimbunan yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasar. Pengawasan dilakukan langsung di pasar tradisional seperti di Pasar Kosambi dan Pasar Caringin guna memastikan rantai pasok tetap lancar dan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Pol Wirdhanto mengatakan, pengawasan lapangan penting untuk memastikan asal distribusi bahan pokok yang diperdagangkan pedagang. Satgas Pangan juga memantau jalur distribusi agar tidak terjadi praktik penimbunan oleh pihak tertentu.
“Penting bagi kami melaksanakan pengawasan langsung di lapangan, sehingga kami mengetahui dari mana mereka mendapatkan barang,” kata Wirdhanto Minggu (15/3/2026).
1. Rantai distribusi harus terjaga

Dia menegaskan bahwa rantai distribusi bahan pokok harus terjaga agar tidak menimbulkan kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga. Satgas Pangan juga meminta pedagang memastikan pasokan barang berasal dari jalur distribusi resmi.
“Kami mengimbau kepada pedagang tidak mengambil barang-barang dari online, karena tentunya ini tidak akan bisa dikendalikan untuk harganya dan itu kan tentunya kita tidak tahu asalnya dari mana dan sebagainya,” ujar Wirdhanto.
Menurutnya, distribusi yang tidak jelas berpotensi meningkatkan biaya bagi pedagang yang akhirnya berdampak pada kenaikan harga bagi konsumen. Karena itu, pengawasan dilakukan untuk memastikan harga komoditas tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan pemerintah.
Satgas Pangan juga mengecek harga sejumlah komoditas utama seperti daging sapi, daging ayam, minyak goreng, serta berbagai jenis sayuran. Hasil pengecekan menunjukkan sebagian besar komoditas masih dijual sesuai harga acuan pemerintah.
“Kami memastikan, khususnya tadi ada yang di daging ya, di daging sapi, bahwa penjual itu masih menjual sesuai dengan harga acuan penjualan pemerintah, yaitu di Rp 130.000 dan Rp 140.000 kalau yang di bagian paha depan dan paha belakang,” kata Wirdhanto.
2. Pasokan ke pasar tidak berkurang

Ia menambahkan, harga dapat lebih tinggi apabila daging dijual dalam kondisi bersih atau kategori premium. Sementara untuk komoditas lain seperti minyak goreng, sebagian pedagang masih menunggu tambahan pasokan.
“Kami akan bantu secara langsung untuk perizinannya supaya bisa mendapatkan minyak kita langsung suplai dari Bulog, sehingga harga betul-betul sesuai dengan harga eceran tertinggi,” ujar Wirdhanto.
Untuk komoditas lain seperti daging ayam, harga masih berada di kisaran Rp 40.000 per kilogram. Beberapa komoditas sayuran seperti bawang merah dan bawang putih juga masih relatif stabil di pasar tradisional.
3. Jangan ada panic buying

Perum Bulog Kanwil Jabar terus mengintensifkan penyerapan gabah petani meski di tengah Ramadan untuk mempercepat pencapaian target pemerintah dalam memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Langkah ini merupakan bagian dari pencapaian target pengadaan gabah yang ditetapkan oleh pemerintah secara nasional sebesar 4 juta ton. Perum Bulog Kanwil Jabar di tahun 2026 mendapatkan target sebesar 694.432 ton setara beras.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jabar Nurman Susilo mengatakan meski tengah berpuasa di Ramadan tidak mengurangi intensitas Perum Bulog Kanwil Jabar dalam melaksanakan pengadaan gabah dan akan melakukan serapan gabah sebanyak mungkin dan seoptimal mungkin.
"Perum Bulog Kanwil Jabar melakukan pembelian GKP sebesar Rp.6.500 per kilogram di tingkat petani sesuai ketentuan Pemerintah," kata Nurman Susilo.
Upaya-upaya yang dilakukan oleh Perum Bulog Kanwil Jabar ini kata dia guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan di tingkat konsumen tetap terjaga.
![[QUIZ] Seberapa Tahu Kamu Soal Kemarau di Jabar?](https://image.idntimes.com/post/20251114/447337_a3d3da54-6e65-40cf-9191-74f37de931df.jpg)


![[QUIZ] Menu MBG Ramadan Jadi Sorotan di Jabar, Kamu Tahu?](https://image.idntimes.com/post/20260305/upload_545336bf304135ae26f7aee93b236297_b6e12f6a-4881-4779-9885-b31769541c88.jpg)
![[QUIZ] Kamu Tahu Berapa Banyak Orang Mudik dari Bandung Tahun Ini? Cek di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260117/upload_7a6a557e00adef1dd6c8686ee3809338_1361a526-5ad6-4304-b7f4-669c7e98cd67.jpg)













