Jadwal Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Jabar Tak Setiap Hari

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Barat siap menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) yang nantinya dilakukan di masing-masing Puskesmas. Namun, untuk jadwal pemeriksaan tidak bisa dilakukan setiap hari di puskesmas. Sejumlah daerah hanya menentukan di hari tertentu saja.
Kota Bandung misalnya, Kepala Dinas Kesehatan memastikan program ini barus bisa dilakukan dua hari dalam sepekan pada Selasa dan Jumat. Perdana, program ini bisa dimanfaatkan warga dengan pemeriksaan pada 4 februari 2024. Seluruh Puskesmas di Bandung yang mencapai 80 akan siap memberikan pelayanan.
“Untuk sementara, kami hanya akan dilaksanakan pada hari Selasa dan Jumat. Kami ingin mengukur terlebih dahulu bagaimana aktivitasnya dan melihat teknis pelaksanaannya di lapangan,” kata Anhar saat dihubungi IDN Times, Jumat (31/1/2025).
Ia mengatakan, Dinkes Kota Bandung masih menunggu petunjuk teknis mengenai kemungkinan pemeriksaan bagi masyarakat yang bekerja di Kota Bandung tetapi ber-KTP di luar wilayah Bandung. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk mendeteksi faktor risiko penyakit pada masyarakat dengan dilakukan pemeriksaan fisik, pengambilan darah serta wawancara kesehatan.
Dia mengatakan masyarakat yang ingin mengikuti pemeriksaan ini harus terdaftar dalam aplikasi SatuSehat, yang bisa diunduh melalui App Store dan Google Play Store dengan jadwal pemeriksaan akan dikirimkan langsung melalui aplikasi dan WhatsApp.
1. Mereka yang lahir pada Januari masih punya hak

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan program pemeriksaan kesehatan gratis untuk seluruh masyarakat akan dimulai pada Februari 2025. Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan bagi masyarakat yang berulang tahun pada Januari, tetap diperbolehkan ikut pemeriksaan pada Februari.
"Yang ulangtahun Januari bisa ikut. Jadi tidak kehilangan haknya yang Januari. Mekanismenya, masyarakat ke Puskesmas terdekat. KTP Kelurahan Arjuna ke Puskesmas Arjuna," katanya
Bey memastikan sudah meminta kepada Kepala Dinas Provinsi Jabar untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di kota/kabupaten agar mengingatkan masyarakat dan hadir melakukan pemeriksaan kesehatan gratis.
"Karena kan ini penting untuk kesehatan masyarakat, yang akhirnya meningkatkan produktivitas," katanya.
Kepala Dinkes Jawa Barat, Vini Adiani Dewi menuturkan, pihaknya telah menerima laporan dari beberapa kota kabupaten yang telah melakukan uji coba program PKG. Salah satunya Puskesmas Beji, Kota Depok. Dari uji coba tersebut, ditemukan beberapa tantangan agar program PKG dapat berjalan dengan optimal.
"Hasil uji coba menunjukkan berapa banyak warga yang berobat dalam sehari. Misalnya, untuk satu pasien dewasa, pemeriksaan memakan waktu sekitar 40 menit. Puskesmas sudah membuat simulasi untuk mempersiapkan hal ini," ujar Vini.
Vini menjelaskan bahwa manajemen waktu untuk setiap kategori masih dalam kajian. Misalnya, berapa menit yang dibutuhkan untuk pemeriksaan bayi, dewasa, dan sebagainya, agar pelayanan tidak menumpuk. Vini menekankan bahwa pemerintah kabupaten dan kota perlu melakukan perhitungan melalui uji coba untuk mengidentifikasi kekurangan yang perlu diperbaiki.
2. Diharap tingkatkan angka harapan hidup

Sementara itu, Penjabat Bupati Bogor, Bachril Bakri mengatakan, mulai bulan Februari 2025, pemerintah akan mengadakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Tujuannya untuk deteksi dini sehinga kita bisa mencegah masyarakat sakit.
Bachril Bakri menjelaskan program PKG sangat mendukung upaya meningkatkan usia harapan hidup. Program ini akan dilakukan secara bertahap, dan diharapkan bisa menjangkau banyak orang Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Bachril mengungkapkan, penduduk Kabupaten Bogor menjadi sasaran dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHCT) pemerintah, sebagai bagian dari 17 program prioritas nasional dalam delapan misi Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia tahun 2024 –2029. Ia memerintahkan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini dengan baik.
“Hal ini sebagai bukti kepedulian kita dalam mensejahterakan masyarakat Kabupaten Bogor, untuk berkontribusi menuju Indonesia emas tahun 2045,” ungkap Bachril dikutip dari laman jabarprov.co.id.
Bachril berharap para Camat berkolaborasi dengan Kepala Desa, Lurah, PKK, hingga RT dan RW di wilayah dapat mendorong masyarakatnya untuk dapat memanfaatkan program ini, datang ke fasilitas kesehatan melakukan skrining kesehatan.
3. Ini pemeriksaan yang bisa didapat masyarakat

Dilansir dari Kemenkes, jenis pemeriksaan kesehatan gratis ini dikategorikan berdasarkan umur peserta, mencakup antara lain
1. Pemeriksaan kelainan bawaan untuk bayi baru lahir.
2. Pengukuran pertumbuhan; berat dan tinggi badan dan perkembangan balita.
3. Pengukuran tekanan darah, gula darah, dan fungsi ginjal.
4. Pemeriksaan indera (mata dan telinga).
5. Pemeriksaan gigi, kejiwaan, dan lain-lain.


















