Bandung, IDN Times - Pabrik plastik di Jawa Barat saat ini tengah mengeluh karena bahan baku mengalami kenaikan harga selama terjadinya perang di wilayah Timur Tengah. Imbasnya, harga plastik yang dijual kepada pelaku UMKM dan masyarakat pun naik.
Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat mengakui, para produsen plastik di wilayah Jabar masih tergantung dengan biji plastik import. Sehingga, ketika terjadi eskalasi konflik maka berdampak signifikan ke harga jual.
Kepala Disperindag Jawa Barat, Nining Yuliastiani menjelaskan, sampai saat ini biji plastik dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan yang ada. Sehingga, bahan impor masih menjadi andalan.
"Di sisi lain pada posisi domestik kami itu memang sangat bergantung pada bahan baku luar. Bisa dibilang bahwa kami baru bisa memproduksi plastik itu 40 sampai 50 persen memenuhi kebutuhan, sedangkan sisanya masih sifatnya impor," ujar Nining saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4/2026).
