Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ingin Jadi Relawan Vaksin COVID-19? Begini Aturan Yang Harus Dipenuhi

Ingin Jadi Relawan Vaksin COVID-19? Begini Aturan Yang Harus Dipenuhi
bioworld.com
Share Article

Bandung, IDN Times - Relawan yang akan mendaftarkan diri untuk uji klinis vaksin sinovac virus corona (COVID-19) dari Biofarma dan Fakultas Kedokteran Unpad akan mendapatkan asuransi. Adapun masyarakat yang diizinkan untuk menjadi relawan harus berumur 18 sampai 59 tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Uji Klinis Vaksin COVID-19 di Indonesia, Kusnandi Rusmil saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2020).

1. Masyarakat diminta tidak takut untuk jadi relawan

ilustrasi Penyuntikan Vaksin (ANTARA FOTO/AAP Image/David Mariuz via REUTERS)
ilustrasi Penyuntikan Vaksin (ANTARA FOTO/AAP Image/David Mariuz via REUTERS)

Kusnandi mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendaftarkan diri menjadi relawan uji klinis. Tim peneliti FK Unpad dikatakan dia sudah melakukan penelitian beberapa vaksin yang ada di Indonesia dan dapat diartikan sudah berpengalaman selama puluhan tahun.

"Penelitian vaksin di Indonesia ada di Kota Bandung kita dari dulu 20 tahun, hampir semua vaksin di Indonesia program nasional, uji coba di Bandung," ungkapnya.

2. Peneliti akan memeriksa kesehatan tubuh relawan terlebih dahulu

abcnews.go.com
abcnews.go.com

Adapun pendaftaran untuk relawan, tidak ada syarat khusus. Kusnadi menuturkan, relawan hanya perlu dalam kondisi sehat dan harus berumur 18 sampai 59 tahun. Tim peneliti juga akan tetap melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

"Kalau sehat tidak ada penyakit boleh, tapi ditanya apakah ada asma berat atau apa, kalau ada tidak boleh, kalau lagi ada penyakit ya tidak boleh, kan ini diberikan untuk orang sehat. Walaupun nanti ada hipertensi, kolesterol boleh-boleh saja," tuturnya.

3. Setelah disuntik vaksin relawan tetap diizinkan beraktivitas seperti biasa

Klikdokter
Klikdokter

Sukarelawan akan diminta mendaftarkan diri di enam tempat uji klinis atau puskesmas yang sudah ditentukan di Kota Bandung. Kusnadi menegaskan, setelah pendaftaran akan tetap ada tes kesehatan oleh dokter.

"Setelah disuntik vaksin, relawan hidup normal aja, jadi kayak suntik vaksin pas naik haji seperti biasa, biasa aja enggak usah di isolasi," katanya.

4. Ada potensi dua efek samping dialami relawan pasca disuntik vaksin

Halodoc
Halodoc

Lebih lanjut, Kusnadi menjelaskan, hanya ada dua efek samping dari uji vaksin tersebut, pertama ada reaksi lokal dan ke dua reaksi sistemik. Dua efek tersebut berpotensi dialami oleh para relawan. Namun keduanya tidak permanen dan bersifat sementara.

"Efek samping ada dua, reaksi lokal dan reaksi sistem, reaksi lokal pada tempat suntikan ada bengkak merah juga begitu, nyeri dalam 48 jam udah hilang biasanya," kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More

BI Jabar Sebut Ekonomi Syariah Berpotensi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

28 Jun 2026, 16:55 WIBNews