Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tim Peneliti Vaksin Corona: Relawan Berpotensi Alami Dua Efek Samping

Tim Peneliti Vaksin Corona: Relawan Berpotensi Alami Dua Efek Samping
Klikdokter
Share Article

Bandung, IDN Times - Tim peneliti vaksin sinovac virus corona (COVID-19) Fakultas Kedokteran Unpad menyebutkan, ada dua efek samping yang akan dialami relawan usai disuntik vaksin. Dua efek tersebut yakini reaksi lokal dan reaksi sistemik.

"Efek samping ada dua, reaksi lokal dan reaksi sistem, reaksi lokal pada tempat suntikan ada bengkak merah juga begitu, nyeri dalam 48 jam udah hilang biasanya," ujar Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia, Kusnandi Rusmil saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2020).

1. Efek samping berlaku hanya beberapa hari

ilustrasi vaksin (ANTARA FOTO/AAP Image/David Mariuz via REUTERS)
ilustrasi vaksin (ANTARA FOTO/AAP Image/David Mariuz via REUTERS)

Kusnadi mengatakan, untuk reaksi lokal yang akan terjadi pada subjek atau relawan adalah nyeri pada bagian suntikan, namun hal tersebut hanya terjadi pada 30 persen partisipan saja dan tidak semua partisipan mengalami hal tersebut.

"Dari kejadian itu, ada reaksi begitu 30 persen kalau enggak salah dan mereka hilang dua hari," ungkapnya.

2. 30 menit habis disuntik relawan akan diawasi tim peneliti

bioworld.com
bioworld.com

Selain itu, Kusnadi menuturkan, untuk efek sistemik yang akan dialami oleh para relawan ada yang akan mengalami peningkatan suhu tubuh badan dan ada juga yang mengalami efek samping lain.

"Yang penting 30 menit pertama, ada enggak yang lemes, ada tuh yang habis disuntik terus kelepek-kelepek nah itu 30 menit pertama harus di jaga betul," ucapnya.

3. Habis disuntik relawan tidak diizinkan pulang

Halodoc
Halodoc

Kusnadi menambahkan, Tim peneliti nantinya tidak akan mengizinkan relawan untuk pulang terlebih dahulu usai diberikan suntikan vaksin. Relawan nantinya akan diminta untuk tetap di puskesmas dan diawasi oleh dokter.

"Orang itu enggak boleh pulang dan dilihat oleh dokter ada alergi apa tidak, tapi apapun reaksi vaksin seperti itu," jelasnya.

4. Penyuntikan tidak akan dilakukan hanya sekali saja

abcnews.go.com
abcnews.go.com

Setelah diberikan suntikan kuman tidak akan langsung mati, Kusnadi menjelaskan, perlu beberapa tahap agar virus tersebut mati, penyuntikan vaksin corona juga diwacanakan akan dilakukan sebanyak dua kali.

"Jadi kalau kuman dimatikan dia tidak sakit cuma penyuntikan tidak bisa sekali, meski dua atau tiga kali, jadi setiap enam bulan kalau turun kita suntik lagi tapi kalau itu tinggi cukup dua kali," kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More

Kursi Kosong Farhan Jadi Tempat Curhat Warga Soal Angkot Bandung

28 Jun 2026, 12:51 WIBNews