Harkitnas 2026, Farhan Luncurkan Sip Pisan dan Karasa di Bandung

- Pemerintah Kota Bandung meluncurkan dua program baru, Sip Pisan dan Karasa Sirkular, bertepatan dengan peringatan Harkitnas 2026 untuk memperkuat kemandirian masyarakat.
- Sip Pisan dirancang mempermudah layanan administrasi kependudukan bagi kelompok rentan melalui sistem digital, memungkinkan warga menerima dokumen secara online tanpa harus datang ke kantor pelayanan.
- Karasa Sirkular mengintegrasikan pengolahan sampah, urban farming, dan dapur sehat guna mendukung penanganan stunting serta mendorong warga lebih mandiri dalam menyelesaikan persoalan kota.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 untuk meluncurkan sejumlah program baru yang berfokus pada penguatan kemandirian masyarakat. Dua program yang diperkenalkan yakni Sip Pisan dan Karasa Sirkular.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, semangat kebangkitan nasional saat ini harus dimaknai sebagai upaya memperkuat kemandirian warga dalam menyelesaikan persoalan kota.
Menurut Farhan, revitalisasi nilai kebangsaan harus terus dilakukan setiap tahun sesuai dengan tantangan zaman yang dihadapi masyarakat.
“Makna kebangkitan nasional itu dari awal adalah bangkitnya kesadaran kebangsaan. Tahun ini di Kota Bandung revitalisasinya adalah kemandirian,” kata Farhan.
1. Sip Pisan permudah layanan adminduk warga rentan

Farhan menjelaskan, program Sip Pisan dibuat untuk mempermudah layanan administrasi kependudukan bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, hingga warga sakit tirah baring.
Program tersebut menggunakan sistem digital berbasis Google Form sehingga seluruh proses pengurusan administrasi dilakukan secara online.
“Ini melengkapi layanan adminduk khusus untuk disabilitas, lansia yang tidak bisa mobile dan warga sakit tirah baring,” ujarnya.
Nantinya, masyarakat akan menerima dokumen kependudukan dalam bentuk Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Menurut Farhan, layanan itu diharapkan membuat kelompok rentan menjadi lebih mandiri karena tidak perlu datang langsung ke kantor pelayanan.
2. Karasa Sirkular satukan sampah, urban farming dan dapur sehat

Selain Sip Pisan, Pemkot Bandung juga meluncurkan Karasa Sirkular. Program ini menghubungkan pengolahan sampah, urban farming hingga dapur sehat penanganan stunting dalam satu ekosistem wilayah.
Farhan menjelaskan, sampah yang diolah di lingkungan warga nantinya menghasilkan kompos dan media tanam untuk program Buruan SAE.
Hasil panen dari Buruan SAE kemudian akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur sehat atasi stunting.
“Yang penting sekarang sirkulasinya jalan dulu. Kalau sistemnya sudah matang baru dihitung nilai ekonominya,” katanya.
3. Farhan minta warga berhenti saling menyalahkan

Farhan mengatakan, semangat kemandirian juga harus diwujudkan dalam penyelesaian berbagai persoalan Kota Bandung.
Ia meminta masyarakat tidak terus saling menyalahkan terhadap masalah yang terjadi di kota.
“Masalah di Kota Bandung harus bisa diselesaikan oleh warga Kota Bandung sendiri. Tidak saling menuding dan saling lempar tanggung jawab,” katanya.
Selain peluncuran program, Farhan juga mengapresiasi pertunjukan teatrikal dalam peringatan Harkitnas yang menurutnya berjalan sangat baik meski diperankan bukan oleh aktor profesional.


















