Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pedagang Daging Sapi Pasar Kosambi kembali Berjualan Usai Mogok

Pedagang Daging Sapi Pasar Kosambi kembali Berjualan Usai Mogok
Penjualan daging sapi di Pasar Kosambi Bandung, IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Pedagang daging sapi di Pasar Kosambi Bandung kembali berjualan setelah dua hari mogok akibat suplai terhenti dan protes terhadap kenaikan harga sapi impor.
  • Harga daging sapi kini berkisar Rp130 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram, dipengaruhi menurunnya pasokan serta nilai tukar dolar yang membuat harga impor melonjak.
  • Pemerintah Kota Bandung berupaya menjaga stabilitas harga dengan membuka distribusi daging beku dan menggandeng importir hingga pedagang agar pasokan tetap tersedia menjelang Iduladha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, Bandung, kembali berjualan. Mereka sebelumya sempat mogok berjualan selama dua hari, 18 dan 19 Mei.

Salah satu pedagang daging sapi, Yana, menuturkan, mogok massal pedagang d Pasar Kosambi dikarenakan tidak ada suplai dari rumah potong, khususnya dari bandar yang selama ini memasok daging. Pun dari asosiasi pedagang ada imbauan agar pedagang tidak dulu berjualan sebagai bentuk protes kenaikan harga sapi impor khususnya yang kian melambung.

"Memang ada arahan untuk tidak berjualan dulu dari sananya. Kita ma kalau emang barangnya ada pasti jualan walaupun pembeli tidak begitu banyak," kata Yana ditemui IDN Times, Rabu (20/5/2026).

1. Ada info harga akan naik lagi

IMG_20260520_104122.jpg
Penjualan daging sapi di Pasar Kosambi Bandung, IDN Times/Debbie Sutrisno

Dia menuturkan, saat ini harga daging bervariasi mulai dari Rp130 ribu per kilogram (kg) hingga Rp180 ribu per kg tergantung daging bagian mana. Dengan harga ini dia bisa menjual setiap hari mencapai 40 kg.

Yang jadi persoalan sekarang adalah harga terus naik karena suplai daging sapi menurun. Di sisi lain, permintaan juga tidak terlalu banyak dibandingkan beberapa bulan lalu.

"Kalau sapi ini kan bukan daging utama untuk dikonsumsi. Jadi kalau dianggap malah konsumen cari yang lain kata ayam, ikan," papar Yana.

2. Berharap ada penurunan harga pasca Idul Adha

IMG_20260520_104114.jpg
Penjualan daging sapi di Pasar Kosambi Bandung, IDN Times/Debbie SutrisnoPenjualan daging sapi di Pasar Kosambi Bandung, IDN Times/Debbie Sutrisno

Menurutnya, jelang Idul Adha memang selalu ada kenaikan harga daging sapi karena suplai yang selama ini dijual ke pasar kemudian harus dijual untuk perayaan tersebut. Yana berharap setelah Idul Adha ada penurunan harga di tengah kondisi dolar AS yang belum juga mereda.

Sebab, selama ini sapi dari Indonesia didatangkan dari Australia maka harga sapi impor bisa mengalami kenaikan saat nilai tukar rupiah terhadap dolar tertekan.

"Kan banyaknya sapi kita impor. Mudah-mudahan bisa cepet turun lah," paparnya.

3. Pemkot minta suplier dan pedagang tetap sediakan daging sapi

IMG_20260520_113744.jpg
Penjualan daging sapi di Pasar Kosambi Bandung, IDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan bahwa pemerintah daerah kini berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan agar masyarakat tidak panik. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuka jalur distribusi daging beku melalui pasar modern untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Pemerintah akan berusaha melakukan pendekatan mulai dari importirnya, para pengusaha penggemukannya, para pengusaha pemotongan hewannya, sampai kepada para pedagang yang ada di pasar tradisional,” ujar Farhan.

Kenaikan harga daging sapi terjadi akibat naiknya harga bibit sapi impor dari Australia, India, dan Selandia Baru. Selain itu, harga pakan ternak juga ikut melonjak sehingga berdampak langsung pada biaya produksi.

“Pedagang merasa terlalu berat untuk menjual dengan harga yang diminta oleh penyuplai daging di Kota Bandung,” kata Farhan.

Ia menyebut pasokan daging segar di Bandung masih sangat bergantung pada daerah lain. Hanya sekitar 2 persen yang berasal dari pasar lokal, sementara sisanya dipasok dari Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Di sisi lain, para pengusaha penggemukan sapi juga tengah fokus memastikan stok hewan kurban aman menjelang Iduladha. Kondisi itu membuat distribusi sapi potong untuk kebutuhan harian menjadi lebih terbatas.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More