Hari Pertama PPDB Jabar, Bey Minta Wali Murid Laporkan Kecurangan

Bandung, IDN Times - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat (Jabar) , tahap 1 telah dimulai. Penjabat Gubernur Jabar, Bey Triadi Machmudin meminta para wali murid atau orangtua siswa melaporkan jika terdapat kecurangan.
Bey meminta orangtua siswa tidak diam jika melihat adanya kecurangan dalam proses PPDB tahap 1 ini. Adapun laporan bisa dilakukan ke pihak sekolah, Pj Bupati dan Wali Kota atau melalui dirinya secara langsung.
"Laporkan (kecurangan) ke saya atau ke Pak Pj Bupati Wali Kota. Kami ingin tahun bena, ini benar serius, transparan," ujar Bey di Bogor, Senin (3/6/2024).
1. Bey tegaskan PPDB Jabar 2024 harus bersih dari kecurangan

Bey meminta pada hari pertama ini baik operator sistem atau beberapa pihak yang bertanggung-jawab dalam proses PPDB harus terbuka secara jelas dan bersih dari praktik kecurangan, baik titip kursi atau yang lainnya.
"Sekali lagi saya tegaskan semuanya harus transparan jelas sesua aturan, tidak ada titip2an tidak ada orang dalam, tidak ada yang namanya jual (beli) kursi," jelasnya.
2. Orangtua murid jangan halalkan segala cara masuk ke sekolah favorit

Lebih lanjut, Bey meminta agar orangtua tidak memaksakan diri menyekolahkan anaknya pada SMA/SMK dengan label favorit. Apalagi sampai memaksakan diri menggunakan cara apapun agar sang anak bisa masuk sekolah tersebut.
"Saya ingatkan pada orangtua murid kalau anaknya tidak di terima favotit cari sekolah lain lah jangan maksa berbuat curang, menyogok dan lainnya. Kami sangat menentang hal itu," kata dia.
3. Hari pertama server PPDB down

Untuk diketahui, pada hari pertama ini server laman resmi PPDB Jabar down. Para orangtua siswa-siswi kesulitan untuk mengunggah berkas persyaratan ke sekolah tujuan. Mereka turut protes dan meminta agar kondisi ini bisa lebih diperbaiki.
Hal ini dialami orangtua murid asal Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Sofie Safiena. Dia hendak menyekolahkan anaknya dari SMPN 59 Bandung ke SMKN 9 Bandung melalui jalur zonasi, namun saat pendaftaran melalui laman resmi PPDB Jabar tidak dapat mengunggah berkas.
"Awalnya saya tahu dari guru SMP anak saya, karena saya rencana mendaftar mau dibantu pihak sekolah dan di informasikan web tidak bisa diakses dan saya login pake akun anak secara mandiri emang gak bisa," ujar Sofie, saat dikonfirmasi, Senin (3/6/2024).
Senada dengan Sofie, Warga Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Wahab mengatakan, dirinya tidak bisa mengunggah berkas PPDB anaknya melalui laman Disdik Jabar sejak pagi hingga menjelang siang. Aplikasi Sapawarga pun sudah dicobanya, hasilnya tetap tidak bisa.
"Tadi pagi mau daftar PPDB online SMA anak jam 07:00 WIB masih bisa dibuka, kemudian tulis persyaratan umum ketika mau upload dokumen kartu keluarga, KTP orang tua, dan akta langsung eror sampe jam 09:00 WIB," ujar Wahab.
Sementara, Plh Kadisdik Jabar, Mochamad Ade Afriandi membenarkan soal adanya server down PPDB di hari pertama ini. Dia mengatakan, hal ini terjadi lantaran banyaknya orang tua murid yang mencoba masuk laman sebelum sistem dipersiapkan.
"(Server down) Iya, jadi pintunya satu ya, semua ingin masuk pasti ada down dulu. Makanya ada proses penguatan sekarang. Kita berusaha menjaga sinyal itu stabil, tapi kan gangguan cuaca dan sebagainya itu jadi perhatian tapi mudah-mudahan kita berharap ini tidak terjadi terus menerus," jelas Ade.



















