Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

H+1 Lebaran, Arus Kendaraan di Sukabumi Membludak-Mayoritas Wisatawan

H+1 Lebaran, Arus Kendaraan di Sukabumi Membludak-Mayoritas Wisatawan
Kepadatan arus lalin jalur arteri di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)
Intinya Sih
  • Arus kendaraan di Sukabumi melonjak tajam pada H+1 Lebaran, dengan ribuan mobil dari luar daerah memadati jalur masuk dan keluar kota.
  • Kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah dari Simpang Ratu ke Exit Tol Parungkuda untuk mengurai kepadatan arus wisatawan.
  • Titik kemacetan terparah terjadi di jalur arteri setelah Exit Tol Parungkuda akibat penyempitan jalan, namun arus lalu lintas tetap terkendali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sukabumi, IDN Times - Arus lalu lintas di Sukabumi pada H+1 Lebaran mengalami lonjakan signifikan. Ribuan kendaraan dari luar daerah memadati jalur masuk dan keluar kota, menyebabkan kepadatan di sejumlah titik, terutama di kawasan Exit Tol Parungkuda.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengungkapkan, volume kendaraan meningkat drastis dibandingkan hari biasa. Meski demikian, arus lalu lintas masih dapat dikendalikan meski sempat tersendat.

“Situasi lalin masih aman terkendali, walaupun terjadi peningkatan intensitas kendaraan yang cukup tinggi,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).

1. Diprediksi 15 ribu kendaraan masuk Sukabumi via Tol Bocimi

IMG_2106.jpeg
Kepadatan arus lalin jalur arteri di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Berdasarkan data sementara, kendaraan yang masuk melalui Tol Bocimi fungsional tercatat sebanyak 3.871 unit. Sementara itu, kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol Parungkuda hingga pukul 15.00 WIB mencapai 7.300 unit.

"Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah hingga malam hari dan berpotensi menembus angka 15 ribu kendaraan," kata Samian.

2. Rekayasa lalu lintas diterapkan untuk kurangi kepadatan

IMG_2104.jpeg
Kepadatan arus lalin jalur arteri di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di sejumlah ruas jalan.

Rekayasa ini dilakukan dari Simpang Ratu menuju Exit Tol Parungkuda guna memperlancar arus kendaraan ke arah Cibadak. Langkah tersebut dinilai cukup efektif dalam mengurai kepadatan, terutama dari arah Cisaat menuju Parungkuda.

“Rekayasa ini untuk memperingan kepadatan agar kendaraan tetap bisa bergerak,” kata Samian.

3. Bottleneck di jalur arteri jadi titik krusial kemacetan

IMG_2105.jpeg
Kepadatan arus lalin jalur arteri di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Kepadatan paling parah terjadi di jalur arteri setelah Exit Tol Parungkuda. Penyempitan jalan dari tiga lajur menjadi satu lajur di jembatan yang masih dalam proses pembangunan menjadi penyebab utama terjadinya antrean panjang.

Kondisi ini memicu bottleneck karena kapasitas jalan tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan arus lalu lintas tetap berjalan meski dalam kondisi padat. Pengendara diimbau untuk mengatur waktu perjalanan serta mengikuti arahan petugas di lapangan agar terhindar dari kemacetan panjang.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More