Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mba Maya: Cara PNM dan MES Perkuat Pemberdayaan Perempuan

Mba Maya: Cara PNM dan MES Perkuat Pemberdayaan Perempuan
Tidak Cuma Urusan Pembiayaan, PNM Ikut Tangani Stunting (IDN Times/istimewa)
Intinya Sih
  • PNM dan MES meluncurkan program Mba Maya untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera melalui pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan berbasis nilai ekonomi syariah.
  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengapresiasi program Mba Maya karena dinilai sejalan dengan pembangunan ekonomi nasional yang menekankan pemerataan dari tingkat bawah dan pengentasan kemiskinan.
  • Program Mba Maya menekankan pelatihan berkelanjutan agar perempuan pelaku usaha lebih mandiri, sekaligus memperluas peran ekosistem ekonomi syariah dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) meluncurkan kolaborasi program Mba Maya (Membina dan Memberdaya) sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis syariah. Program ini menyasar nasabah perempuan, khususnya ibu-ibu prasejahtera di berbagai daerah di Indonesia.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PNM dalam mendukung peningkatan kapasitas usaha perempuan melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan ekosistem ekonomi syariah. Program ini juga diharapkan mampu memperluas akses pemberdayaan bagi pelaku usaha ultra mikro.

Peluncuran program digelar secara hybrid dan diikuti lebih dari 30 ribu nasabah PNM dari berbagai wilayah. Acara tersebut turut dihadiri Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana, serta Pengurus MES Siti Ma’rifah.

Lewat program ini, PNM dan MES ingin menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan usaha, tetapi juga penguatan pengetahuan dan keberlanjutan usaha berbasis nilai ekonomi syariah.

1. PNM dorong pembiayaan syariah untuk perempuan

Mba Maya: Cara PNM dan MES Perkuat Pemberdayaan Perempuan (Dok. PNM)
Mba Maya: Cara PNM dan MES Perkuat Pemberdayaan Perempuan (Dok. PNM)

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, mengatakan pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus utama perusahaan, terutama melalui pengembangan ekosistem syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurut Arief, saat ini sebagian besar pembiayaan PNM sudah menggunakan skema syariah. Selain itu, PNM juga aktif membantu nasabah memperoleh sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing usaha mereka.

“Kami (PNM) berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan, terutama melalui ekosistem syariah. Saat ini, 73 persen pembiayaan PNM sudah berbasis syariah, dan kami juga telah memfasilitasi lebih dari 2.300 sertifikasi halal bagi usaha nasabah kami. Ini adalah langkah nyata kami untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia,” ujar Arief Mulyadi, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Kamis (7/5/2026).

Melalui program Mba Maya, PNM berharap para nasabah perempuan tidak hanya memiliki akses pembiayaan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara lebih mandiri dan berkelanjutan di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis.

2. Menteri Koperasi apresiasi dampak program pemberdayaan

IMG_20260414_104342.jpg
Menkop Ferry Juliantono bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berbicara dengan para wartawan di Wisper. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono memberikan apresiasi terhadap langkah PNM dalam menjalankan program pemberdayaan bagi perempuan prasejahtera. Ia menilai program tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi nasional yang berfokus pada penguatan masyarakat dari tingkat bawah.

Ferry menyebut program pemberdayaan seperti Mba Maya dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pemerataan ekonomi sekaligus mengurangi angka kemiskinan di berbagai daerah.

“Program ini sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo, yakni membangun dari desa dan dari bawah, untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujar Ferry Juliantono.

Dalam kesempatan itu, Ferry juga menyoroti sistem Command Center milik PNM yang dinilai mampu menghadirkan pengelolaan data yang dinamis dan bermanfaat dalam mendukung pengambilan kebijakan.

3. Program Mba Maya diperkuat lewat pelatihan berkelanjutan

Mba Maya: Cara PNM dan MES Perkuat Pemberdayaan Perempuan (Dok. PNM)
Mba Maya: Cara PNM dan MES Perkuat Pemberdayaan Perempuan (Dok. PNM)

Program Mba Maya dirancang untuk memperkuat kemampuan usaha perempuan melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Fokus utamanya adalah membangun kapasitas pelaku usaha perempuan agar lebih siap berkembang dalam ekosistem ekonomi syariah.

Kolaborasi PNM dan MES juga dinilai mempertegas peran ekonomi syariah sebagai salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat yang inklusif. Pendekatan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha yang lebih luas bagi perempuan pelaku UMKM.

“LPDB juga perlu mencontoh PNM yang memiliki command center yang menampilkan dashboard data yang bagus, sehingga bisa dicontoh command center-nya karena penyajian datanya mampu mengubah data yang statis menjadi sangat dinamis dan diperlukan untuk bahan pertimbangan pengambilan kebijakan,” tutur Ferry.

Program ini menjadi kelanjutan dari inisiatif pemberdayaan sebelumnya yang telah dijalankan PNM. Ke depan, kolaborasi antara PNM dan MES diharapkan dapat memperluas dampak pemberdayaan ekonomi perempuan sekaligus memperkuat pertumbuhan UMKM berbasis syariah di Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More