Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Anggaran Infrastruktur Jalan di Kota Bandung Capai Rp300 M di 2026

Anggaran Infrastruktur Jalan di Kota Bandung Capai Rp300 M di 2026
ilustrasi infrastruktur jalan raya (pexels.com/timo-volz)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemerintah Kota Bandung mengalokasikan Rp300 miliar dari APBD 2026 untuk perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga.
  • Tahap pertama mencakup 10 ruas jalan, termasuk Jalan Sunda yang sudah selesai, sementara tahap kedua dan ketiga menyiapkan total lebih dari 20 paket pekerjaan tambahan.
  • Pekerjaan dilakukan bertahap mulai dari perbaikan drainase hingga overlay malam hari agar tidak ganggu lalu lintas, dengan pemeliharaan rutin tetap dijalankan oleh UPT di lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Anggaran sebesar Rp300 miliar di gelontorkan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk memperbaiki infrastruktur jalan. Uang dari APBD tersebut nantinya dikeluarkan secara bertahap untuk memperbaiki dan merawat jalan.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung memastikan, tidak semuanya anggaran digunakan untuk menambal jalan yang berlubang, melainkan ada perawatan dan juga pengaspalan.

"Di situ jelas ada perbaikan, ada pemeliharaan berkala, ada pemeliharaan rutin. Pemeliharaan berkala itu sifatnya kontraktual. Tahun 2026 ini anggarannya sekitar Rp300 miliar," ujar Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, Kamis (7/5/2026).

1. Proses pengerjaan tidak langsung dilakukan dengan pengaspalan

Ilustrasi Infrastruktur Jalan Kota (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Infrastruktur Jalan Kota (IDN Times/Arief Rahmat)

Rizki mengatakan, tahap pertama sudah ada sepuluh ruas jalan yang masuk dalam paket pengerjaan berkontrak. Dari jumlah tersebut, satu paket pekerjaan telah selesai, yakni di kawasan Jalan Sunda. Sedangkan, sejumlah ruas lainnya kini masih dalam tahap pengerjaan awal di lapangan.

Adapun ruas jalan yang sedang berproses di antaranya kawasan Taman Sari, Siliwangi–Sulanjana, Dago, Wastu Kencana, ruas dari Cihampelas, Sukaraja hingga Gunung Batu.

‎Progres pekerjaan, kata dia, tidak selalu langsung berupa pengaspalan jalan, biasanya dimulai dengan pembenahan saluran drainase dan perbaikan struktur dasar jalan sebelum proses overlay dilakukan.

‎"Berprogres itu bukan berarti langsung diaspal. Ada tahapan awal pengerjaan di lapangan, mulai dari perbaikan saluran terlebih dahulu, baru nanti overlay sebagai tahap finalisasi," katanya.

2. Ada lelang yang gagal dilakukan pada tahap pertama

WhatsApp Image 2025-10-15 at 14.30.44_cbd420e2.jpg
Ilustrasi Jalan Berlubang (Dok. IDN Times)

Kemudian, selain tahap pertama, Pemkot Bandung telah menyiapkan pekerjaan tahap kedua yang mencakup sebelas paket pekerjaan, serta tahap ketiga sekitar 12 hingga 13 paket pekerjaan lainnya. Hanya saja, satu paket pada tahap pertama sebelumnya dinyatakan gagal lelang sehingga jumlah pekerjaan berkurang.

‎Untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat, pekerjaan overlay jalan akan dilakukan pada malam hari ketika arus lalu lintas lebih lengang.

‎"Kalau overlay pasti dilakukan malam hari karena lalu lintas tidak sepadat siang hari, sehingga mobilitas warga tidak terlalu terganggu," ucapnya.

3. Jalan retak dan berlubang dilakukan oleh UPT

ilustrasi jalan cepat
ilustrasi jalan cepat (unsplash.com/Nabil Adham)

Lebih lanjut, ‎Rizki menyebut, cuaca menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam proses pengaspalan. Sebab, campuran aspal hotmix tidak boleh terkena terlalu banyak air karena dapat memengaruhi kualitas dan daya rekat material.

‎Selain pekerjaan kontraktual berskala besar, DSDABM juga terus melakukan pemeliharaan rutin melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lapangan. Pemeliharaan rutin tersebut mencakup penanganan jalan retak, berlubang, dan kerusakan ringan lainnya yang dapat segera diperbaiki.

‎"Kalau untuk penghamparan skala besar tentu membutuhkan biaya besar dan dilakukan melalui kontrak pekerjaan. Sedangkan yang rutin dilakukan teman-teman UPT biasanya untuk penanganan retak dan lubang," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More