Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Grab Business Forum Soroti Tantangan Baru Pertumbuhan Bisnis di Era AI
Grab Business Forum Soroti Tantangan Baru Pertumbuhan Bisnis di Era AI (Dok. Grab)
  • Grab Business Forum 2026 menyoroti tantangan bisnis global seperti ketidakpastian ekonomi, fluktuasi energi, dan percepatan adopsi AI yang menuntut perusahaan beradaptasi dengan strategi pertumbuhan lebih efisien.
  • M. Chatib Basri menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan ketahanan bisnis sebagai kunci pertumbuhan di tengah perlambatan ekonomi serta perubahan cepat di kawasan Asia Timur dan Pasifik.
  • Stella Christie dan Neneng Goenadi menegaskan bahwa keberhasilan adopsi AI bergantung pada kesiapan talenta manusia serta fokus pada efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi dan pengambilan keputusan berbasis data.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN TImes - Memasuki paruh kedua 2026, dunia usaha dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, perubahan rantai pasok, hingga percepatan adopsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mendorong perusahaan untuk menata ulang strategi pertumbuhan mereka.

Di tengah kondisi tersebut, perusahaan dituntut tidak hanya mengejar ekspansi, tetapi juga memastikan setiap keputusan bisnis mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kinerja secara terukur.

Kondisi inilah yang menjadi latar belakang penyelenggaraan Grab Business Forum 2026 bertema "The Next Chapter: Scale Smarter, Execute Faster". Forum ini mempertemukan pemimpin bisnis, ekonom, pembuat kebijakan, dan praktisi industri untuk membahas strategi menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah.

Diskusi yang berlangsung dalam forum tersebut menyoroti pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pengendalian biaya, serta pemanfaatan teknologi untuk mempercepat eksekusi operasional di tengah tekanan ekonomi global.

1. Pertumbuhan bisnis dinilai perlu ditopang produktivitas

Grab Business Forum Soroti Tantangan Baru Pertumbuhan Bisnis di Era AI (Dok. Grab)

Perlambatan ekonomi global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi strategi perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik melambat menjadi 4,2 persen pada tahun ini, turun dari 5 persen pada tahun sebelumnya.

Ekonom senior Indonesia sekaligus Menteri Keuangan RI periode 2013-2014, M. Chatib Basri, menilai perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan faktor pertumbuhan tradisional seperti biaya modal rendah atau tenaga kerja murah.

Menurutnya, kemampuan meningkatkan produktivitas dan ketahanan bisnis akan menjadi faktor pembeda di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

"Pertumbuhan ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, mengalokasikan sumber daya secara lebih presisi, serta membangun ketahanan yang memungkinkan bisnis tetap adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan momentum pertumbuhan," ujar Chatib Basri, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Rabu (10/6/2026).

2. Adopsi AI membutuhkan kesiapan talenta

Grab Business Forum Soroti Tantangan Baru Pertumbuhan Bisnis di Era AI (Dok. Grab)

Selain tekanan ekonomi, transformasi digital juga menjadi tantangan tersendiri bagi dunia usaha. Saat ini semakin banyak perusahaan berinvestasi pada teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengambilan keputusan.

Meski demikian, tingkat keberhasilan implementasi AI masih menjadi perhatian. Banyak organisasi meningkatkan investasi teknologi, tetapi belum seluruhnya memperoleh hasil yang sesuai dengan ekspektasi bisnis.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, menegaskan bahwa keberhasilan adopsi AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya.

"Perusahaan perlu memilah dengan jelas tantangan apa yang perlu diselesaikan dengan AI dan mana yang tidak, menentukan waktu adopsi yang tepat, serta menyiapkan talenta yang mampu menggunakan AI secara kritis dan bertanggung jawab. Yang tak kalah penting, setiap adopsi AI perlu tetap menjaga humans in the loop dalam prosesnya," kata Stella.

3. Efisiensi operasional jadi fokus perusahaan

Ilustrasi kenaikan nilai / profit (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Di tengah meningkatnya kompleksitas bisnis, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan dalam menerjemahkan strategi menjadi eksekusi yang konsisten. Kondisi ini membuat efisiensi operasional menjadi salah satu fokus utama dunia usaha.

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan peluang pertumbuhan masih terbuka, tetapi perusahaan perlu lebih cermat dalam menentukan prioritas dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Sementara itu, Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, menilai banyak perusahaan telah memiliki strategi pertumbuhan yang kuat, namun masih menghadapi hambatan operasional yang memperlambat pelaksanaan di lapangan.

"Di tengah dinamika bisnis yang semakin kompleks, peluang pertumbuhan tetap terbuka, tetapi ruang untuk tumbuh dengan cara lama semakin terbatas. Pertumbuhan ke depan menuntut kemampuan untuk scale smarter melalui penetapan prioritas yang lebih tepat dan alokasi sumber daya yang lebih presisi, sekaligus execute faster dengan memanfaatkan teknologi dan AI untuk meningkatkan produktivitas, visibilitas, kontrol, serta pengambilan keputusan berbasis data," ujar Neneng.

Melalui Grab Business Forum 2026, perusahaan menegaskan komitmennya untuk mendukung transformasi operasional yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga didukung pengembangan layanan Grab For Business yang membantu perusahaan mengelola mobilitas, perjalanan dinas, hingga pelaporan keberlanjutan secara lebih terintegrasi.

Editorial Team

Related Article