Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Enam Daerah di Jabar Mengalami Peningkatan Prevalensi Stunting
Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Enam daerah di Jawa Barat, termasuk Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, mengalami peningkatan prevalensi stunting pada periode 2023–2024 berdasarkan data Dinas Kesehatan Jabar.
  • Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi, menyebut pencegahan stunting lebih mudah dan murah dilakukan melalui pendampingan ibu hamil, konsumsi protein tambahan, tablet tambah darah, serta pemberian ASI eksklusif.
  • Vini mengingatkan agar orang tua tidak bergantung pada makanan atau susu instan tinggi gula dan mendorong kolaborasi lintas pihak untuk menekan angka stunting di Jawa Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2022

Beberapa daerah di Jawa Barat mencatat penurunan prevalensi stunting dibanding tahun sebelumnya. Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Bogor, dan Kabupaten Sumedang menunjukkan angka lebih rendah pada periode ini.

2023

Data menunjukkan prevalensi stunting di sejumlah daerah Jawa Barat menurun dibanding 2022. Namun, tren peningkatan mulai terlihat menjelang periode berikutnya.

Periode 2023-2024

Enam daerah di Jawa Barat mengalami peningkatan prevalensi stunting, termasuk Kota Bandung yang sebelumnya sempat menurun. Data terbaru mencatat kenaikan di Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sumedang, dan Kota Bekasi.

7 April 2026

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi menyampaikan data peningkatan stunting serta mendorong pencegahan melalui asupan protein bagi ibu hamil dan remaja putri. Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menangani kasus stunting.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Enam daerah di Jawa Barat mengalami peningkatan prevalensi stunting pada periode 2023–2024 berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
  • Who?
    Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, bersama jajaran Dinkes Jabar yang memantau dan melaporkan perkembangan angka stunting di sejumlah daerah.
  • Where?
    Peningkatan terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sumedang, dan Kota Bekasi di wilayah Provinsi Jawa Barat.
  • When?
    Laporan disampaikan pada Selasa, 7 April 2026, dengan perbandingan data antara periode tahun 2023 dan 2024.
  • Why?
    Peningkatan diduga terkait kurang optimalnya penerapan program pencegahan seperti pemenuhan gizi ibu hamil, konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri, serta pemberian ASI eksklusif bagi bayi.
  • How?
    Dinkes Jabar mendorong upaya pencegahan melalui pendampingan ibu hamil, peningkatan asupan protein lokal, edukasi gizi keluarga, serta kolaborasi lintas pihak untuk menekan angka stunting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Enam daerah di Jawa Barat banyak anaknya tumbuh kurang tinggi, namanya stunting. Tempatnya ada di Bandung Barat, Bandung, Bogor, Karawang, Sumedang, dan Bekasi. Bu Vini dari Dinas Kesehatan bilang angka itu naik lagi tahun ini. Sekarang orang-orang diminta bantu cegah dengan makan telur, minum tablet darah, dan kasih ASI ke bayi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun enam daerah di Jawa Barat mengalami peningkatan prevalensi stunting, pernyataan Dinas Kesehatan menunjukkan adanya kesadaran dan langkah konkret untuk memperkuat pencegahan. Penekanan pada pendampingan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, serta promosi ASI eksklusif mencerminkan fokus pada solusi yang sederhana, terjangkau, dan berbasis kolaborasi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Sebanyak enam daerah di Jawa Barat dinyatakan mengalami peningkatan prevalensi stunting pada periode 2023-2024. Dari jumlah tersebut salah satu di antaranya ada Kota Bandung yang mana sebelumnya sempat mengalami penurunan.

Adapun data lengkap enam daerah tersebut yaitu, Kabupaten Bandung Barat 30,8 persen, Kota Bandung 22,8 persen, Kota Bogor 21,2 persen, Kabupaten Karawang 17,6 persen, Kabupaten Sumedang 17,1 persen, dan Kota Bekasi 11,7 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, Vini Adiani Dewi mengatakan, beberapa daerah itu sempat mengalami penurunan prevalensi stunting pada periode 2023 daripada 2022.

"Seperti, Kabupaten Bandung Barat 25,1 persen, Kota Bandung 16,3 persen, Kota Bogor 18,2 persen, dan Kabupaten Sumedang 14,4 persen," ucap Vini, Selasa (7/4/2026).

1. Peningkatan tidak hanya terjadi di Kota Bandung

Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Vini menambahkan peningkatan turut terjadi di Kabupaten Karawang di angka 17,1 persen dan Kota Bekasi 10,3 persen yang mana kenaikan prevalensi stunting terjadi sejak periode 2022. Sehingga enam daerah tersebut turut meningkat berdasarkan data terakhir ini.

"Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sumedang, dan Kota Bekasi. Itu naik dari 2023 ke 2024," kata Vini, Selasa (7/4/2026).

Dinkes Jabar menyampaikan pencegahan stunting ini sebenarnya lebih mudah dan murah daripada mengobati apabila sudah terdampak di masyarakat.

2. Pencegahan stunting lebih mudah hanya butuh konsistensi

Ilustrasi anak dengan status gizi normal dan stunting

Beberapa upaya pencegahan yakni pendampingan ibu hamil dengan menambah asupan protein, remaja putri rajin minum tablet tambah darah, dan ASI eksklusif kepada bayi. Hal ini dirasakannya bisa diterapkan dan digalakkan programnya ke penerima langsung.

"Jadi sebetulnya pencegahan itu jauh lebih mudah, murah daripada mengobati. Tambahan protein untuk ibu hamil seperti telur, remaja putri cukup rajin minum tablet tambah darah, dan ASI eksklusif," tuturnya.

3. Makanan berprotein lebih penting dibanding susu instan

Ilustrasi edukasi pencegahan stunting melalui komunikasi publik. (Sumber: unair.ac.id)

Vini pun mengingatkan kepada para orangtua agar tidak terlalu mengandalkan makanan atau susu instan bagi bayi. Mengingat, makanan atau susu instan seringkali memiliki kandungan gula yang tinggi tetapi rendah serat.

"Mohon maaf, susu itu lebih banyak kandungan gulanya. Jadi lebih baik berikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berbasis lokal untuk menambah protein," ujarnya.

Dengan demikian, Vini mengingatkan kepada semua pihak agar berkolaborasi untuk menangani kasus stunting. Sebab, penangan stunting ini tidak bisa hanya mengandalkan negara, melainkan perlu kerja sama berbagai pihak.

Editorial Team