Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dua Anak Harimau Bandung Zoo Mati, Wali Kota Farhan Minta Maaf

Dua Anak Harimau Bandung Zoo Mati, Wali Kota Farhan Minta Maaf
Harimau Bandung Zoo (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Dua anak harimau Bandung Zoo bernama Huru dan Hara mati akibat virus Panleukopenia, dikonfirmasi para ahli sebagai penyebab utama tanpa faktor lain yang terlibat.
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan kebun binatang belum dibuka kembali demi memastikan sistem biosekuriti benar-benar aman.
  • Pemkot Bandung berencana memperbaiki tata kelola kebun binatang dalam satu bulan, menggandeng pemerintah provinsi dan pusat untuk evaluasi serta menunjuk lembaga konservasi resmi sebagai mitra pengelola.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut menyampaikan permohonan maaf atas meninggalnya dua anak harimau Kebun Bintang Bandung atau Bandung Zoo pada Kamis (26/3/2026). Permohonan maaf disampaikan lantaran Bandung Zoo belum memiliki pengelola baru.

Hal itu berdampak pada nasib dua harimau bernama Huru dan Hara yang meninggal karena terjangkit dan terinfeksi virus Panleukopenia. Atas peristiwa itu, Farhan turut menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas peristiwa tersebut.

"Saya mohon maaf, karena sampai sekarang demi kepentingan biosecurity, memang masih belum bisa dibuka sampai kita betul-betul yakin pengelolaannya sudah sangat baik baru kita akan buka nanti untuk masyarakat," ujar Farhan di Kebun Binatang Bandung.

1. Farhan mengaku sedih akan peristiwa ini

IMG-20260326-WA0035.jpg
Harimau Bandung Zoo (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Pemkot Bandung pun turut menyampaikan duka atas peristiwa ini yang mana anak-anak harimau tersebut meninggal karena penyakit. Para ahli pun sebelumnya sudah memastikan bahwa keduanya meninggal karena penyakit, bukan faktor lainnya.

"Saya secara pribadi juga sangat sedih mengetahui bahwa dua ekor anak harimau yang berusia delapan bulan di kota Bandung ini, kedua-duanya mengalami kematian dan penyebabnya memang adalah hasil pemeriksaan dari para ahli," kata dia.

Virus Panleukopenia ini sebelumnya ditemukan terlebih dahulu ke anak harimau satunya, kemudian baru menyerang sodaranya hingga akhirnya Huru dan Hara meninggal dunia.

"Keduanya mengalami infeksi positif panleukopenia, artinya bahwa memang virus yang menyerang di seminggu terakhir ini mengalami keganasan yang luar biasa, langsung akut sehingga penanganannya memang tidak sempat mencegah terjadinya kematian," tuturnya.

2. Perbaikan Kebun Bintang Bandung akan dilakukan secara menyeluruh

IMG-20260326-WA0035.jpg
Harimau Bandung Zoo (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebelumnya, Farhan memastikan, Pemkot Bandung menerapkan langkah cepat dengan memfokuskan pada penguatan sistem biosecurity di kawasan kebun binatang. Mengingat lokasi yang berada dekat permukiman warga serta tingginya mobilitas pengunjung, pengamanan kesehatan satwa menjadi prioritas utama.

Selain itu, Pemkot Bandung akan menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Kehutanan, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola kebun binatang.

"Kasus ini harus menjadi titik balik untuk memperbaiki sistem pengelolaan secara total," ujarnya.

3. Satu anak harimau meninggal lebih dulu terjangkit virus yang sama

IMG-20260326-WA0036.jpg
Harimau Bandung Zoo (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebagai lembaga konservasi, kebun binatang juga dituntut tetap menjalankan fungsi utamanya, yakni menjaga keberlangsungan reproduksi satwa langka. Farhan menyatakan, program penangkaran tidak boleh berhenti bahkan ke depan akan dikembangkan hingga tahap pelepasliaran satwa.

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangbiakan satwa endemik Jawa Barat sebagai bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati daerah.

Dalam waktu satu bulan ke depan, Pemkot Bandung menargetkan pembenahan tata kelola selesai dilakukan. Pemerintah juga akan menunjuk lembaga konservasi berbadan hukum sebagai mitra resmi dalam pengelolaan kebun binatang.

Humas BBKSDA Jawa Barat Eri Mildranaya sebelumnya terlebih dahulu mengkonfirmasi anak harimau bernama Hara meninggal di usia delapan bulan.

"Betul (mati), namun hasilnya belum kami dapatkan secara lengkap, besok setelah hasil periksa oleh dokter hewan,” kata Eri di Bandung, Selasa (24/3/2026).

Dia memastikan BBKSDA bakal melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian satwa tersebut. “Lengkapnya nanti ketika hasil sudah kami dapatkan,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa proses nekropsi atau pemeriksaan terhadap bangkai satwa telah dilakukan. Hasil pemeriksaan secara lengkap akan disampaikan setelah seluruh proses analisis oleh dokter hewan telah selesai dilakukan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More