Dinkes Pastikan Calon Haji Majalengka Sudah Layak Berangkat

Majalengka, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Majalengka telah menyelesaikan semua tahapan persiapan keberangkatan calon jemaah haji. Saat ini, calon jemaah haji hanya menunggu jadwal keberangkatan, yang agendanya dimulai pada 7 Mei 2025.
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Majalengka Siti Romlah Setiawangsih mengatakan, Dinkes sudah mengeluarkan izin istito'ah kepada para calon jemaah haji.
"Untuk musim haji 2025 sebetulnya tahapan dari Dinas Kesehatan sudah selesai. Sampai dengan penentuan status izin istito'ah," kata Siti, kepada wartawan, Senin (28/5/2025).
1. Calon jemaah haji asal Majalengka dipastikan layak berangkat

Dijelaskan Siti, dari sisi kesehatan, tahapan yang harus dihadapi yakni tes kesehatan di puskesmas dan laboratorium kesehatan daerah (labkesda). Untuk di tingkat puskesmas, tes kesehatan dilakukan sebanyak dua kali.
"Pemeriksaan pertama dan kedua di puskesmas, lalu pemeriksaan medical check up di labkesda. Dan apabila terjadi nilai-nilai hasil pengukuran di labkesda yang melebihi ambang batas, atau perlu dikonsulkan maka dirujuk ke rumah sakit. Proses itu sudah kami lalui," kata dia.
Siti menjelaskan, dari tahapan yang dilalui, calon jemaah haji asal Kabupaten Majalengka dipastikan sudah layak berangkat. "Seperti tahun kemarin bahwa untuk pelunasan ONH itu harus menunggu dulu penentuan status izin istito'ah dari Dinas," kata Siti.
"Alhamdulillah sampai saat ini sudah 1142 yang sudah melunasi, artinya sudah istito'ah. Sudah layak untuk berangkat," tuturnya.
2. Tahun ini, calon jemaah haji juga dapat vaksin polio

Kendati dinyatakan layak berangkat, sebagian calon jemaah haji diketahui harus disertai dengan beberapa jenis pendampingan. Salah satunya, ada calon jemaah haji yang bisa berangkat selama memiliki pendamping obat.
"Ada istito'ah yang pendampingan obat, dan ada istito'ah dengan pendampingan alat," kata Siti.
Dengan dinyatakan istito'ah, lanjut dia, mereka sudah mengantongi bukti telah menjalani vaksinasi. Dalam hal vaksinasi, untuk tahun ini para calon jemaah haji tidak hanya mendapat vaksin meningitis saja.
"Dari istito'ah itu mendapatkan vaksinasi. Tahun ini ada yang berbeda, yakni mendapatkan satu jenis vaksin lagi, di samping vaksin meningitis, yaitu polio," kata dia.
Vaksin polio diberikan atas pertimbangan yang terjadi di Tanah Air. "Dikarenakan status KLB polio di Indonesia sampai saat ini belum dicabut, sehingga ada tambahan yang wajib diberikan kepada jamaah haji," kata Siti.
3. Ada pengurangan jumlah nakes
Pada musim haji tahun ini, calon jemaah haji dari Kabupaten Majalengka akan berangkat dengan empat kloter. Kloter pertama akan berangkat pada 7 Mei 2025.
"Tanggal pemberangkatan itu Kloter 6 di tanggal 7 Mei 2025, Kloter 15 tanggal 18 Mei 2025, lalu kloter campuran di tanggal 29 dan 30 Mei 2025. Yg full dua kloter, dan dua kloter lainnya campuran," tuturnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan, untuk tahun ini ada pengurangan jumlah tenaga kesehatan (nakes) dibanding tahun lalu. Musim haji sebelumnya, nakes akan bertugas di setiap kloter sebanyak tiga orang, terdiri dari seorang dokter dan dua orang perawat.
"Tapi taun ini hanya satu orang dokter dan perawat per kloter. Dari Majalengka, dua orang dokter dan empat orang perawat," tuturnya.
Siti menjelaskan, saat ini calon jemaah haji tinggal menunggu hari H pemberangkatan saja. "Tinggal menunggu saja, karena tahun ini tidak ada pembagian kartu kesehatan haji secara manual. Sudah terintegrasi dengan kartu tanda dari Kemenag. Akan dibagikan nanti H-1 keberangkatan," kata dia.
"Nanti di Embarkasi Indramayu akan ada pemeriksaan kesehatan yang dilakukan teman-teman dari Balai Ke-karantina-an kesehatan. Yang akan diperiksa, status apakah jamaah itu laik atau tidak laik terbang."
"Ada hal-hal yang menyebabkan jamaah tidak laik terbang, misalnya jamaah hamil, menderita penyakit menular, Hb kurang dari 20 atau anemia, itu tidak bisa berangkat terbang," ujarnya.


















