ilustrasi olahan nasi kepal (instagram.com/_kitchenmisadventures)
Sebelumnya, Kepala Desa Cilangari Sabana menuturkan, dia menerima laporan tentang adanya masyarakat yang mengalami keracunan setelah mengikuti kegiatan pengajian di RW 11 Masjid Al Hasaniah.
Tidak lama dari itu, ia mengaku mendapatkan kabar dari sekretaris desa pada Ahad (12/2/2023) siang bahwa terdapat 20 orang warga di RW 11 yang mengalami keracunan. Sabana pun langsung menelepon puskesmas untuk mengarahkan petugas agar mengecek kondisi warga yang keracunan.
Dari data yang diterima, jumlah warga yang keracunan awalnya berjumlah 74 orang namun bertambah sembilan orang sehingga menjadi 83 orang.
"Jadi terhitung sampai pukul 10.00 malam (Ahad) itu jumlah pasien 74 orang. Seluruhnya ada di rumah pak RW, di masjid dan di madrasah," katanya.
Ia mengatakan petugas medis datang dari puskesmas Gununghalu, Rongga, dan Sindangkerta untuk melakukan penanganan termasuk dari Polres Cimahi. Setelah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak, warga yang membaik dapat pulang dan yang masih sakit agar segera dirujuk.
"Alhamdulillah sampai pukul 02.30 Wib (Senin) dini hari sudah selesai semua dirujuk ke puskesmas dan ada tujuh orang dirujuk di RS Cililin," katanya.