Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026. (YouTube/Sekretariat Presiden)
Dia mengungkapkan, kebakaran yang tidak segera dikendalikan berpotensi meluas dan menimbulkan kerawanan yang lebih besar. Meski pemadaman di kawasan pegunungan bukan pekerjaan mudah, KDM berharap api dapat segera dikendalikan.
"Karena kalau dibiarkan, akan menimbulkan kerawanan kebakaran yang lebih luas," ucap KDM.
KDM meminta kepala desa, ketua RT dan RW, serta camat di sekitar Gunung Ciremai segera mengerahkan warga untuk membantu memadamkan Karhutla. Warga yang membantu memadamkan api akan diberi insentif Rp250.000 per orang.
KDM secara khusus meminta warga Desa Seda, Desa Cibuntu, dan Kecamatan Pasawahan turut terlibat dalam upaya pemadaman agar api tidak terus menjalar.
"Kami menyiapkan Rp250 ribu per orang untuk sehari kerja pemadaman api. Dan apabila apinya cepat terpadamkan segera, kami memberikan bonus," ujar KDM.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jawa Barat, kebakaran hutan dan lahan terjadi di dua lokasi di Kabupaten Kuningan pada Rabu (21/10/2026), yakni Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, dan Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan.
Di Desa Pasayangan, kebakaran melanda lahan bambu dengan luas keseluruhan sekitar 2 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1,5 hektare dilaporkan terbakar.
Sementara itu, kebakaran juga terjadi di kawasan hutan Desa Cibuntu, tepatnya di wilayah Resor Pasawahan SPTN Wilayah I Kuningan. Luas area yang terbakar di lokasi tersebut masih dalam penghitungan.
Penanganan kebakaran melibatkan BPBD Kabupaten Kuningan, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), serta petugas pemadam kebakaran dan Satpol PP Kabupaten Kuningan. Lima personel piket dari UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan melakukan pemadaman dan pendinginan di lahan bambu Desa Pasayangan selama sekitar 35 menit.
Selain itu, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC bersama masyarakat sekitar bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengamanan kawasan hutan. Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui.