Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dedi Mulyadi Sayembarakan Rp50 Juta untuk Penangkap Begal
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga Jawa Barat yang berhasil menangkap pelaku kejahatan jalanan dan menyerahkannya kepada polisi.
  • Kebijakan ini bertujuan memperkuat keamanan daerah dengan melibatkan masyarakat, seiring meningkatnya kasus begal dan kejahatan jalanan di Jawa Barat.
  • Pemerintah Provinsi Jabar berkoordinasi dengan kepolisian untuk patroli rutin, penempatan aparat bersenjata di titik rawan, serta menghidupkan kembali ronda malam demi menjaga ketertiban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
21 Juli 2026

Dedi Mulyadi berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk memperkuat pengamanan di seluruh wilayah Jawa Barat. Ia mengusulkan penempatan aparat bersenjata di titik rawan kejahatan guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

23 Juli 2026

Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil menangkap begal dan menyerahkannya kepada polisi. Ia juga meminta patroli malam diperketat, ronda warga dihidupkan kembali, serta koordinasi dengan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya ditingkatkan untuk mencegah kejahatan jalanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal atau kejahatan jalanan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, aparat kepolisian, serta masyarakat yang diimbau ikut menjaga keamanan lingkungan.
  • Where?
    Kebijakan ini diterapkan di wilayah Provinsi Jawa Barat, termasuk Bandung Raya dan daerah lain yang dianggap rawan kejahatan jalanan.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Kamis, 23 Juli 2026, setelah sebelumnya Dedi berkoordinasi dengan Kapolda Jabar pada Selasa, 21 Juli 2026.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan untuk memperkuat keamanan daerah akibat meningkatnya aksi kejahatan jalanan serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban.
  • How?
    Dedi menyiapkan hadiah uang tunai bagi warga yang menangkap pelaku kejahatan, meningkatkan patroli malam, mengaktifkan ronda warga, dan berkoordinasi dengan Polda Jabar serta Polda Metro Jaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Dedi Mulyadi bilang orang yang bisa tangkap begal dan kasih ke polisi akan dapat uang banyak, bisa sampai lima puluh juta. Dia mau semua orang bantu jaga kampung biar aman. Polisi juga disuruh keliling malam pakai mobil patroli dan lampu nyala. Sekarang warga diajak ronda bareng supaya tidak ada penjahat lagi di Jawa Barat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Langkah Dedi Mulyadi menunjukkan upaya konkret pemerintah daerah dalam memperkuat rasa aman masyarakat Jawa Barat. Melalui sayembara dan koordinasi erat dengan kepolisian, kebijakan ini mendorong partisipasi warga sekaligus meningkatkan kewaspadaan kolektif. Ajakan menghidupkan ronda malam mencerminkan semangat gotong royong yang mempererat hubungan sosial di tengah tantangan keamanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali membuat sayembara khususnya kepada warganya yang berhasil menangkap begal dan kejahatan jalanan lainnya kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian akan diberikan hadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta.

"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp5 sampai Rp50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ujar Dedi, Kamis (23/7/2026).

1. Tetap harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, kebijakan tersebut bagian dari upaya memperkuat keamanan di Jawa Barat di tengah meningkatkannya aksi kejahatan jalanan. Menurutnya, pemberantasan kejahatan jalanan tidak hanya mengandalkan aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Kemudian, Dedi mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencegah aksi kejahatan.

"Siaga menghadapi begal. Kita terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian khususnya Polda Jabar dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," katanya.

2. Warga diminta tetap bersiskamling

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Dia juga meminta mobil patroli harus tetap berkeliling agar kehadiran petugas bisa dirasakan masyarakat sekaligus mencegah tindak kejahatan.

"Mobil patroli harus siaga dalam setiap malam. Lampu tanda bahayanya harus terus menyala. Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategik untuk mengantisipasi berbagai segala kemungkinan dalam setiap waktu," tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga mengajak warga kembali menghidupkan ronda malam di lingkungan masing-masing. Dia berharap kerja sama antara warga dan aparat bisa membuat situasi keamanan di Jawa Barat semakin baik.

"Warga bersiskamling, menjaga diri dan dijaga diri. Ini adalah prinsip dasar kita hidup bergotong royong," ucap Dedi.

3. Dedi Mulyadi minta aparat bersenjata jaga titik rawan begal

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebelumnya, Dedi meminta agar aparat kepolisian bisa memperkuat pengamanan di seluruh wilayah guna mencegah aksi kejahatan jalanan saat malam hari. Menurut dia, pengamanan harus ditetapkan secara penuh agar masyarakat merasa aman dan tidak waswas saat beraktivitas atau pulang bekerja di malam hari.

Hal ini juga harus berlaku untuk seluruh wilayah Jabar tidak hanya di Kota Bandung.

"Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat," ujar Dedi, Selasa (21/7/2026).

Dia mengusulkan agar pihak kepolisian dapat menempatkan personel dilengkapi dengan senjata di titik-titik yang dianggap rawan kejahatan. Keberadaan aparat di lokasi strategis, dikatakannya, akan dapat mencegah aksi kriminal sekaligus membuat masyarakat merasa lebih tenang saat beraktivitas.

"Menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article