Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dedi Mulyadi Bebersih Bank BJB, Dirut Bakal Diisi Profesional
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM memastikan akan menata kembali jajaran Bank Jabar Banten (BJB). Hal ini menyusul setelah Direktur Utama (Dirut), Yuddy Renaldi yang resmi mengajukan pengunduran dirinya pada Selasa (4/3/2025).

Dedi memastikan kursi kosong ini diisi oleh pilihan yang mengedepankan independensi. Artinya, sosok penggantinya nanti harus dari kalangan yang bersih dan tidak terafiliasi pihak manapun.

"Yang pertama saya ingin mengedepankan independensi yang namanya bank itu harus independen. Saya sampaikan bahwa tidak boleh ada langkah-langkah politik, intervensi-intervensi politik, lobi-lobi politik untuk kepentingan pemilihan Dirut Bank Jabar," kata Dedi di Gedung Pakuan, Bandung, Rabu (5/3/2025). 

1. Minta ada seleksi terbuka

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dengan begitu, Dedi akan memberikan kewenangan penuh terhadap perangkat terkait dan jajaran Bank BJB agar melakukan seleksi langsung untuk menentukan sosok pengganti nantinya yang lebih independen.

"Untuk itu saya memberikan kewenangan penuh pada lembaga yang memiliki otoritas melakukan seleksi terhadap calon Dirut Bank Jabar. Dirut-nya bisa berasal dari mana saja, yang penting memiliki beberapa kualifikasi," ungkapnya.

2. Ada empat syarat yang harus dipenuhi

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Kualifikasi yang dimaksud ada empat, pertama harus bisa melakukan restrukturisasi jabatan di BJB. Dengan begitu, bank daerah ini menjadi lembaga yang ramping, tidak terlalu banyak orang.

"Saya enggak tahu istilah perbankannya apa. Kalau dalam bahasa saya, enggak boleh lagi ada wakil direktur. Wakil manajer enggak boleh. Cukup satu saja direktur manajer. Itu yang pertama," katanya. 

Kemudian yang kedua, sosok yang menjadi dirut harus mampu melakukan strukurisasi sumber daya manusia. Dedi berharap SDM-SDM yang dianggap tidak mumpuni di BJB harus dikeluarkan. Hal itu menurutnya merupakan bagian dari membangun kredibilitas lembaga perbankan.

"Pegawainya jangan numpuk seperti hari ini. Ini adalah bagian, apalagi pegawai-pegawai yang mohon maaf tanda kutip katanya karena anak pejabat jadi pegawai BJB. Enggak boleh lagi BJB itu bukan sekretariat daerah," tuturnya. 

3. Dirut baru harus buat perubahan

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Kemudian yang ketiga, dirut baru nantinya harus bisa menurunkan biaya operasional yang terlalu tinggi. Menurut Dedi, hal itu bersamaan dengan efisiensi anggaran yang kini tengah dilakukan pemerintah provinsi berdasarkan arahan presiden. 

"Biaya operasional tinggi, sekarang cenderung inefisien. Sehingga dalam bahasa saya, biaya operasionalnya minimal 45 sampai 50 persen dari total regulasi yang ada di BJB," ujarnya. 

Kemudian yang keempat, Dedi berharap dirut baru bisa merampingkan kantor-kantor cabang yang terlalu banyak.

"Nah, keempat ini orang yang memiliki kesanggupan, melaksanakan keempat ini ya bisa menjadi direktur utama. Kalau tidak memiliki kesanggupan, ya jangan," kata dia. 

Editorial Team

Related Article