Bandung, IDN Times - Saat memasuki kelas I sekolah dasar, Ranto Siagian belum mengetahui bahwa sebagian besar masa sekolahnya akan dijalani jauh dari keluarga. Kondisi ekonomi yang sedang sulit membuat kedua orangtuanya mengambil keputusan untuk menitipkan Ranto bersama beberapa saudaranya di panti asuhan agar pendidikan mereka tetap berlanjut.
Sebelas tahun kemudian, Ranto meninggalkan panti setelah menyelesaikan pendidikan SMK. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan hidup pria kelahiran Samarinda, 25 Agustus 1998, yang kini dikenal dengan nama Bang Ran.
Kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi belum bisa diwujudkannya karena keterbatasan biaya. Ia kemudian langsung memasuki dunia kerja tanpa menyandang ijazah sarjana.
Namun, pengalaman belajar yang diperolehnya selama berada di panti justru menjadi bekal yang terus dibawa hingga dewasa. Kemampuan berbicara di depan umum, kedisiplinan, serta berbagai aktivitas yang dijalaninya membentuk cara pandangnya terhadap proses belajar.
