Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Curhatan Pedagang Kecil: Tak Apa Gas Elpiji Mahal Asal Tersedia

Curhatan Pedagang Kecil: Tak Apa Gas Elpiji Mahal Asal Tersedia
Ilustrasi tabung LPG 3Kg. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Bandung, IDN Times - Gas elpiji 3 kilogram (kg) sekarang menjadi buruan masyarakat karena sulit didapat di pedagang pengecer. Mereka harus membelinya ke pangkalan resmi yang tempatnya belum tentu dekat.

Kondisi sulitnya mencari elpiji melon di pengecer ini dikeluhkan banyak orang termasuk pada pedagang kecil yang membutuhkan gas tersebut untuk berjualanan makanan. Yusuf misalnya, salah satu pedagang sempol ayam di Kota Bandung ini tiap hari harus berjualan dan membutuhkan gas untuk memasak dagangannya.

"Kalau ga ada gas ya kami gak jualan. Sekarang beli gas harus ke pangkalan, kalau misal tiba-tiba habis kan jauh ke pangkalan, belum tentu juga ada 24 jam," kata Yusuf, Selasa (4/2/2024).

Menurutnya, gas elpiji 3 kg biasanya dia beli dengan kisaran Rp21 ribu hingga Rp23 ribu per tabung. Harga ini memang berbeda dari yang dijual pangkalan sekarang, yakni sekitar Rp17 ribu sampai Rp18 ribu. Namun, Yusuf lebih memilih harga agak mahal asalkan barangnya tidak sulit didapat.

"Ya mahal dikit gak apa-apa, asal ada saja kan, ga sulit kami carinya," kata dia.

1. Kami perlu untuk berjualan

IDN Times/Debbie Sutrisno
IDN Times/Debbie Sutrisno

Hal senada disampaikan Unyil, salah satu pedagang kaki lima yang biasa jualan kopi. Kebutuhan akan air panas dengan jumlah banyak membuatnya harus memasak menggunakan gas melon di warung miliknya.

Dia menilai bahwa gas elpiji seharusnya bisa didapat lebih mudah karena memang dibutuhkan masyarakat termasuk pedagang kecil.

"Tolonglah jangan persulit pedagang, kami kan butuh buat jualan," kata dia.

2. Putar-putar mencari gas melon

IDN Times/Debbie Sutrisno
IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu salah satu warga Bandung, Ening, mengaku kesulitan mencari gas di beberapa pangkalan sekitar rumahnya karena suda kehabisan stok. Bersama suaminya, dia membawa satu tabung gas mencoba mencari peruntungan agar bisa mendapat gas melon ini.

Selama ini Ening memang punya juga tabung ukuran 12 kg, tapi tidak pernah dipakai cukup lama karena harganya mahal. Dia memilih untuk mencari gas melon karena harganya lebih murah.

"Kalau 12 kg itu kan lumayan harganya yah, mendingan gas 3 kg saja, murah gitu buat masak di rumah," ungkapnya.

3. Berebut gas di pangkalan LPG

IDN Times/Debbie Sutrisno
IDN Times/Debbie Sutrisno

Adib, petugas salah satu pangkalan di Bandung menyebut bahwa warga sudah mengantre sejak pukul 07.00 WIB untuk mendapatkan gas 3 kg.

Seratus tabung yang tersedia, ludes dalam dua jam saja, sekali pun ada pembatasan pembelian per orangnya. Warga yang baru membeli ke pangkalan dibatasi hanya boleh dua tabung saja, sementara pengecer boleh mengambil sepuluh tabung.

"Kami semua kurangi yang mau beli karena kadang dari agen juga tidak terus-terusan datang dengan jumlah banyak," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
Yogi Pasha
3+
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

FMIPA ITB: Nilai Kompetensi Matematika Siswa SMA di Jabar Lemah

10 Mei 2026, 05:30 WIBNews