Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sekelompok Geng Motor di Bandung Diduga Bentrok dengan Warga

Sekelompok Geng Motor di Bandung Diduga Bentrok dengan Warga
Ilustrasi pengeroyokan. (IDN Times/Sukma Shakti)
Intinya Sih
  • Sebuah video viral menunjukkan dugaan geng motor menyerang warga di Jalan Raya Cigondewah Kaler, Bandung, dengan petasan dan senjata tajam pada Sabtu dini hari.
  • Warga merasa terancam dan berusaha membubarkan kelompok bermotor tersebut sambil melapor ke polisi yang segera datang mengamankan situasi.
  • Polrestabes Bandung menegaskan tidak ada tawuran, namun tetap meningkatkan patroli malam serta meminta masyarakat aktif melapor untuk menekan aksi geng motor dan kriminalitas jalanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan rekaman sekelompok orang diduga geng motor melakukan penyerangan terhadap warga di Jalan Raya Cigondewah Kaler, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, pada Sabtu (18/7/2026) dini hari.

Berdasarkan video yang beredar, terlihat sekelompok bermotor berdatangan memasuki area permukiman warga. Tampak juga petasan yang ditembakkan, membuat suara ledakan cukup keras.

Warga sekitar, Andres Pratama menuturkan peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba. Warga, terutama anak muda, tengah nongkrong di sekitaran lokasi kejadian. Salah seorang dari kelompok itu disebut menantang warga.

"Terus mereka pas tiba-tiba disamperin,

dilihat ke depan ada banyak, udah banyak anggota udah banyak gengsternya di sini, udah banyak motor, puluhan motor," ucapnya, Minggu (19/7/2026).

Ia menyebut, warga merasa keamanan dan ketertiban masyarakat terancam. Karena itu, mereka berupaya untuk membubarkan kelompok bermotor tersebut.

"Terus tiba-tiba anak-anak langsung pada

balik lagi, pada ngambil senjata yang ada di situ apa aja sampai petasan dibawa, kembang api buat ngebubarin gitu sih waktu malam," ucap.

Menurutnya, sekelompok orang yang diduga melakukan penyerangan membawa sejumlah barang di antaranya senjata tajam, botol beling bekas, hingga kayu.

"Banyak sih dilihat-lihat bawa ada samurai, ada segala macam dibawa, kayu, besi pada dibawa itu botol-botol bekas minuman juga pada dilempar-lempar ke sini, dipecah-pecahin ke dilempar-lempar ke anak-anak di sini," sebutnya.

Setelah itu, salah seorang warga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Tak berselang lama, aparat datang untuk membubarkan massa.

Menurutnya, aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat itu kerap terjadi setiap akhir pekan. Ia mengaku tak tahu pasti alasan dugaan penyerangan oleh kelompok bermotor ke wilayahnya.

"Udah hampir sebulan lebih A, setiap minggu ke sini setiap malam Minggu, kadang malam Sabtu, saya juga kurang tahu entah awal mulanya gimana cuma nyerangnya ke arah sini aja," akunya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan bahwa kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian.

"Tidak ada tawuran di sana. Sudah dicek," ucapnya dikonfirmasi via pesan singkat.

Sebelumnya, Polrestabes Bandung bakal menindak tegas para pelaku kejahatan jalanan yang kerap terjadi belakangan ini. Tindakan tegas dan terukur bakal dilakukan jika membahayakan masyarakat dan petugas.

"Kami dari kepolisian akan menindak tegas para pelaku kriminal yang dengan sangat sadis dan kejam melakukan kekerasan. Kami akan melakukan tindakan tegas terukur, apalagi jika mereka membahayakan petugas maupun masyarakat," kata Anton, Rabu, 15 Juli 2026.

Selain itu, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kriminalitas. Salah satunya adalah dengan menggelar patroli setiap malam guna mencegah kejahatan jalanan lebih awal.

Patroli tersebut dilakukan oleh jajaran Polsek maupun Polrestabes Bandung dengan melibatkan Tim Prabu untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, C3, premanisme, hingga aksi geng motor.

Polrestabes Bandung juga meminta masyarakat tidak ragu memberikan informasi jika mengetahui atau menjadi korban tindak kriminal. Ia bilang, laporan masyarakat sangat membantu polisi dalam mengungkap kasus sehingga pelaku dapat segera tertangkap.

“Kami berharap masyarakat segera menghubungi layanan 110 apabila menemukan adanya gangguan kamtibmas. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula anggota dapat bergerak menuju lokasi dan melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Barat

See More