Bandung, IDN Times - Belasan buku terhampar di trotoar jalan depan Taman Dago Cikapayang. Buku-buku fiksi, sejarah, hingga novel berada tepat di samping gerobak cilok yang dijual Raja Saut Martua Sinaga.
Lapakan buku tersebut sejatinya memang disediakan oleh Sinaga. Pemuda asli Majalengka sudah sekitar dua bulan berdagang cilok sambil melapak buku.
"Saya dasarnya memang cukup suka membaca. Karena buku bacaan di kamar juga ada ya sudah saya bawa sambil berjualan terus digelar aja di sini kalau orang mau baca," kata Sinaga saat berbincang, Kamis (9/4/2026) malam.
Melapak buku sambil berdagang awalnya tidak dipersiapkan secara khusus. Dulu dia sempat membaca buku ketika berjualan cilok, kemudian ada pembeli yang bertanya apakah dia berjualan sambil kuliah atau baru lulus kuliah.
Pertanyaan itu sontak membuat hati Sinaga gusar. Menurutnya, untuk membaca tidak selalu mereka yang berpendidikan tinggi saja. Sebagai lulusan SMK permesinan di Majalengka, Sinaga ingin memperlihatkan bahwa mereka yang tidak berkuliah pun sudah sepatutnya gemar membaca.
"Jangan kaya buku itu untuk golongan tertentu saja. Emangnya tidak boleh kalau tukang cilok baca buku?," ujarnya.
