Pemangkasan pohon antisipasi dampak cuaca ekstrem. Dok Humas Pemkot Bandung
Menjaga ketahanan Cekungan Bandung tidak harus selalu melalui proyek besar pemerintah. Masyarakat dapat mengambil bagian dari lingkungan masing-masing melalui langkah sederhana.
Prof. Ridwan menyebut pendekatan lowest hanging fruit, yakni tindakan yang relatif murah dan cepat dilakukan tetapi memberikan manfaat langsung. Warga dapat mempertahankan pohon di halaman rumah, menambah vegetasi, membuat lubang biopori, hingga mengubah lahan kosong menjadi pocket park atau taman saku.
"Di tingkat lingkungan, misalnya, warga dapat mengembangkan kebun komunitas pada fasilitas umum RT/RW, mempertahankan dan menambah pohon di pekarangan rumah, membuat lubang biopori, serta memanfaatkan lahan kosong menjadi pocket park atau taman saku," tuturnya.
Lorong permukiman juga dapat dibuat lebih teduh menggunakan tanaman merambat pada pagar atau pergola. Penampungan air hujan juga dapat diterapkan pada bangunan publik maupun lingkungan permukiman untuk membantu pengelolaan air.
Menurutnya, gerakan tersebut dapat melibatkan berbagai generasi. Pengetahuan warga senior mengenai tanaman lokal bisa dipadukan dengan kemampuan generasi muda dalam teknologi dan pengelolaan informasi.
Generasi muda bahkan dapat menggunakan teknologi sederhana untuk memetakan kondisi lingkungan. Titik yang terasa lebih panas, kawasan dengan dominasi beton, serta kondisi pohon dan vegetasi dapat dipetakan secara partisipatif.
"Sensor suhu dan kelembapan sederhana juga dapat digunakan untuk membangun data mengenai kondisi mikroklimat di tingkat lingkungan," katanya.
Dengan data tersebut, penghijauan tidak berhenti pada kegiatan menanam pohon. Masyarakat dapat mengetahui titik yang paling membutuhkan vegetasi, memantau perkembangan pohon, dan melihat perubahan kondisi lingkungan dari waktu ke waktu.
Prof. Ridwan menilai panas perkotaan, genangan, berkurangnya daerah resapan, dan kualitas ruang publik merupakan persoalan yang saling berkaitan. Karena itu, ruang hijau tidak seharusnya dipandang sebagai ruang sisa setelah pembangunan.
Vegetasi justru perlu dirancang sejak awal sebagai bagian dari infrastruktur kota. Mulai dari satu pohon di halaman rumah, pohon peneduh di trotoar, taman lingkungan, hingga jaringan ruang hijau dalam skala Cekungan Bandung, semuanya dapat berkontribusi menjaga kawasan tetap layak huni.
"Di tengah pembangunan kawasan perkotaan yang terus berlangsung, menjaga pohon bukan berarti menghentikan perkembangan kota. Sebaliknya, pohon membantu memastikan pembangunan tetap memberikan ruang bagi air untuk meresap, udara untuk menjadi lebih nyaman, masyarakat untuk beraktivitas, dan lingkungan untuk tetap bertahan bagi generasi berikutnya," pungkasnya.