BTN Housingpreneur Batch 3 Bidik Inovasi Terbarukan Sektor Perumahan

BTN Housingpreneur Batch 3 di ITB mendorong inovasi perumahan melalui kolaborasi multidisiplin, mengingat ekosistem sektor ini mencakup sekitar 130 industri turunan dan terkait.
Program BTN membuka ruang bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan sivitas akademika untuk mengembangkan gagasan menjadi solusi hunian terjangkau, berkualitas, serta mendukung pembangunan 3 juta rumah.
Inovasi sebelumnya, Proteka, memakai pelapis diperkuat serat untuk meningkatkan ketahanan dinding terhadap gempa tanpa pembongkaran besar; kolaborasi kampus-industri diharapkan mempercepat penerapan riset.
Bandung, IDN Times - Sektor perumahan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ekosistem perumahan mencakup sekitar 130 industri turunan dan sektor terkait. Inovasi di semua sektor tersebut dibutuhkan untuk beradaptasi dengan zaman.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Regional Office Head BTN Kantor Wilayah Jawa Barat Asvianti Handaru saat kegiatan Housingpreneur Batch 3. Digelar di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, pengembangan sektor perumahan membutuhkan kolaborasi multidisiplin. Berbagai keahlian tersebut memiliki keterkaitan erat dan dapat saling melengkapi untuk menciptakan solusi perumahan yang lebih baik.
"Karena itu, pengembangan sektor perumahan membutuhkan kolaborasi dari berbagai bidang keahlian. Inilah yang menjadi salah satu landasan pengembangan BTN Housingpreneur yang kami perkenalkan di ITB," kata Asvianti.
1. Inovasi harus direalisasikan

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Asvianti mengatakan, BTN Housingpreneur menjadi wadah untuk menjaring gagasan dan inovasi yang dapat menjawab berbagai tantangan perumahan. Terlebih, BTN turut mendukung program pembangunan tiga juta rumah. Tantangannya bukan sekadar membangun lebih banyak rumah, tetapi juga memastikan hunian tetap terjangkau dan berkualitas.
Melalui BTN Housingpreneur Batch 3, BTN membuka kesempatan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan sivitas akademika untuk mengembangkan gagasan dari penelitian, tugas perkuliahan, maupun pengalaman di lapangan. Asvianti berharap, ide-ide tersebut tidak berhenti di laboratorium atau di atas kertas, tetapi dapat diuji dan dikembangkan bersama pelaku industri.
"Bawalah gagasan itu ke BTN Housingpreneur Batch 3 agar dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata bagi ekosistem perumahan Indonesia," ungkap Asvianti.
2. Hasil penelitian tidak boleh berhenti di data

Ilustrasi kampus ITB (itb.ac.id) Salah satu inovasi yang lahir dari BTN Housingpreneur 2025 adalah Proteka, solusi perkuatan bangunan yang dikembangkan Zamzam Multazam. Inovasi ini berfokus pada upaya mengurangi risiko kerusakan bangunan akibat gempa bumi melalui teknologi pelapis yang diperkuat serat atau fiber-reinforced coating.
Proteka dirancang untuk meningkatkan ketahanan dinding bangunan tanpa harus selalu melakukan pembongkaran besar. Teknologi ini diaplikasikan pada permukaan dinding untuk membantu meningkatkan ketahanannya terhadap guncangan.
Pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif perkuatan bagi bangunan eksisting, termasuk rumah tinggal dan sekolah yang membutuhkan peningkatan ketahanan terhadap gempa.
Inovasi ini relevan bagi Indonesia yang memiliki risiko gempa bumi di berbagai wilayah. Sebab, kerusakan dinding dan jatuhnya material bangunan saat gempa dapat membahayakan penghuni, bahkan ketika struktur utama bangunan masih berdiri.
Sementara itu Direktur Kemahasiswaan ITB, Muhamad Insanu, menyambut baik kolaborasi BTN dengan perguruan tinggi. Dia berharap kegiatan tersebut dapat memperluas perspektif mahasiswa mengenai peran BTN. Sekaligus mendorong hasil penelitian agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Hal yang ingin saya garis bawahi adalah peran perguruan tinggi. Sudah saatnya hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai data atau publikasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Insanu.
3. BTN Housingpreneur Batch 3 disebut menjembatani pemodalan inovasi

Ilustrasi Teller Bank Hitung Uang/ Dok Perusahaan BTN Kemudian, Ketua Program Master dan Doktor Arsitektur Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB, M Donny Koerniawan menilai, BTN Housingpreneur Batch 3 sebagai peluang untuk menjembatani penelitian dengan implementasi.
Sebab, inovasi dari kalangan akademisi, termasuk di ITB, sudah banyak. Namun, tidak semuanya berhasil dikembangkan menjadi produk atau solusi yang bisa digunakan masyarakat.
"Saya melihat BTN Housingpreneur Batch 3 sebagai peluang yang sangat baik. BTN berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan mempertemukan akademisi, pelaku bisnis, dan produsen," ucap Donny.



















