Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BiodiverCity Ajak Publik Melihat Kehidupan Satwa di Perkotaan

BiodiverCity Ajak Publik Melihat Kehidupan Satwa di Perkotaan
BiodiverCity Ajak Publik Melihat Kehidupan Satwa di Perkotaan (Dok. BiodiverCity)
Intinya Sih
  • Pameran instalasi BiodiverCity digelar oleh Yayasan KEHATI dan Tunas Nusa untuk mengangkat pentingnya keanekaragaman hayati di kawasan perkotaan melalui karya kreatif berbasis riset biodiversitas.
  • Sebanyak 150 instalasi dibuat dari bahan daur ulang dengan melibatkan seniman, komunitas lingkungan, serta pelajar berbagai jenjang guna menumbuhkan kesadaran menjaga ekosistem kota sejak dini.
  • Yayasan KEHATI menegaskan bahwa biodiversitas kota berperan penting bagi kualitas hidup manusia dan menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan lewat program Urban Biodiversity yang melibatkan ribuan peserta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Keanekaragaman hayati selama ini kerap dikaitkan dengan kawasan hutan, pegunungan, atau area konservasi. Padahal, berbagai jenis tumbuhan dan satwa juga hidup berdampingan dengan aktivitas manusia di kawasan perkotaan.

Kesadaran mengenai pentingnya biodiversitas perkotaan menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam pameran instalasi bertajuk BiodiverCity. Melalui pendekatan kreatif, masyarakat diajak melihat kembali peran lingkungan hidup yang sering kali luput dari perhatian di tengah perkembangan kota.

Pameran yang digelar Yayasan KEHATI bersama Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari (Tunas Nusa) tersebut menghadirkan berbagai karya instalasi yang terinspirasi dari hasil riset mengenai keanekaragaman hayati perkotaan. Sebagian besar karya juga dibuat menggunakan material daur ulang.

Selain menjadi ruang pamer, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami hubungan antara kualitas lingkungan dan keberadaan berbagai spesies yang hidup di kawasan perkotaan.

1. Instalasi dibuat dari hasil riset biodiversitas perkotaan

BiodiverCity Ajak Publik Melihat Kehidupan Satwa di Perkotaan (Dok. BiodiverCity)
BiodiverCity Ajak Publik Melihat Kehidupan Satwa di Perkotaan (Dok. BiodiverCity)

Founder Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari, Ramalis Sobandi, mengatakan pameran BiodiverCity merupakan bagian dari program restorasi keanekaragaman hayati perkotaan yang mulai dijalankan sejak pertengahan 2025. Program tersebut berangkat dari hasil riset biodiversitas yang melibatkan masyarakat melalui pendekatan citizen science.

Menurutnya, berbagai temuan dari penelitian tersebut kemudian diterjemahkan menjadi instalasi yang lebih mudah dipahami oleh publik. Dengan cara ini, hasil riset tidak hanya berhenti sebagai laporan, tetapi dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

"Ini yang pertama di Indonesia oleh Yayasan KEHATI. Biasanya fokusnya di hutan, mangrove, atau bambu. Kali ini yang menjadi perhatian adalah kota," kata Ramalis dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Minggu (21/6/2026).

Sebanyak 150 instalasi ditampilkan dalam pameran tersebut. Karya-karya itu menggambarkan lima kelompok keanekaragaman hayati, mulai dari tanaman, serangga, burung, amfibi, hingga reptil yang hidup di lingkungan perkotaan.

2. Pelajar ikut terlibat dalam pembuatan karya

BiodiverCity Ajak Publik Melihat Kehidupan Satwa di Perkotaan (Dok. BiodiverCity)
BiodiverCity Ajak Publik Melihat Kehidupan Satwa di Perkotaan (Dok. BiodiverCity)

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pameran ini adalah penggunaan bahan daur ulang sebagai material utama instalasi. Berbagai karya dibuat dari botol plastik, kardus bekas, kantong kresek, bubble wrap, hingga kertas yang sudah tidak terpakai.

Tidak hanya melibatkan seniman dan komunitas lingkungan, pameran juga mengajak pelajar dari berbagai jenjang pendidikan untuk berpartisipasi. Siswa sekolah dasar membuat instalasi kupu-kupu, sementara pelajar tingkat menengah menghadirkan karya bertema serangga dan burung perkotaan.

Ramalis menilai keterlibatan generasi muda penting untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. Melalui proses kreatif tersebut, peserta dapat mengenal lebih dekat berbagai spesies yang hidup di sekitar mereka.

"Kalau mereka berubah, berkurang, atau bahkan hilang, itu tandanya alam sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.

Ia berharap pameran ini dapat mendorong masyarakat untuk mulai mengambil langkah sederhana dalam menjaga lingkungan, seperti mengelola sampah, membuat taman vertikal, atau menghadirkan ruang hijau di sekitar tempat tinggal.

3. Biodiversitas kota dinilai berpengaruh pada kualitas hidup

BiodiverCity Ajak Publik Melihat Kehidupan Satwa di Perkotaan (Dok. BiodiverCity)
BiodiverCity Ajak Publik Melihat Kehidupan Satwa di Perkotaan (Dok. BiodiverCity)

Manager Program Kehutanan Yayasan KEHATI, Christian Natalie, mengatakan keberadaan biodiversitas di kawasan perkotaan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Namun, keberadaannya sering kali kurang mendapat perhatian dibandingkan isu lingkungan lainnya.

Menurutnya, pohon, burung, serangga, amfibi, hingga reptil merupakan bagian dari sistem yang mendukung kualitas hidup manusia. Karena itu, upaya menjaga keanekaragaman hayati perlu menjadi bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan.

"Banyak orang menganggap kota hanya milik manusia. Padahal sebelum kota berkembang, berbagai spesies tumbuhan dan satwa telah lebih dahulu hidup di ruang yang sama. Jika biodiversitas terus terdesak, pada akhirnya manusia juga yang akan kehilangan kualitas hidupnya," kata Natalie.

Melalui program Urban Biodiversity, Yayasan KEHATI bersama Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari terus mendorong pemulihan keanekaragaman hayati di kawasan perkotaan. Sejak 2024, program tersebut telah melibatkan puluhan lembaga, ribuan peserta, serta penanaman ribuan pohon dan tanaman sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More