Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bandung Krisis Sanitasi, 27 Persen Rumah Belum Punya Septic Tank

Bandung Krisis Sanitasi, 27 Persen Rumah Belum Punya Septic Tank
Pemukiman padat di Kota Bandung - IDN Times/Bagus F
Intinya Sih
  • Sekitar 27 persen rumah di Kota Bandung belum memiliki septic tank, menimbulkan risiko pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan di kawasan padat penduduk.
  • Kendala utama terletak pada biaya sambungan pipa sekitar Rp5 juta per rumah, membuat banyak warga kesulitan mengakses septic tank komunal yang disediakan pemerintah.
  • Pemkot Bandung menargetkan rancangan program sanitasi baru pada 2027 dengan teknologi lebih murah dan efektif untuk menekan jumlah rumah tanpa septic tank.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times – Persoalan sanitasi masih menjadi pekerjaan besar di Kota Bandung. Wali Kota Bandung, M Farhan, mengungkapkan sekitar 27 persen rumah di Kota Bandung belum memiliki septic tank. Angka tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan karena berpotensi berdampak pada kesehatan lingkungan, terutama di kawasan padat penduduk.

“Saya khawatirnya lebih banyak. Karena di setiap kelurahan, di setiap RW itu pasti ada,” ujar Farhan saat meninjau langsung kondisi lapangan dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Selasa(24/2/2025).

1. Ada 27 persen rumah belum punya septic tank

WhatsApp Image 2026-01-31 at 16.19.18.jpeg
IDN Times/Humas Bandung

Data yang dirilis Pemkot menunjukkan lebih dari seperempat rumah tangga di Bandung belum memiliki septic tank layak. Kondisi ini berisiko memicu pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan, terutama jika limbah domestik tidak dikelola dengan benar.

Farhan menyebut, angka 27 persen itu bukan angka kecil untuk ukuran kota besar seperti Bandung.

Nah, ini yang akan kita sisir nanti. Mudah-mudahan tahun 2027 kita punya waktu untuk merancang program supaya tidak terjadi istilahnya terjun bebas. Ini yang berusaha kita cegah,” katanya.

Ia menegaskan, sanitasi bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut kualitas hidup warga.

2. Biaya sambungan Rp5 juta jadi kendala

ilustrasi septic tank (pixabay.com)
ilustrasi septic tank (pixabay.com)

Pemerintah sebenarnya telah membangun septic tank komunal dan biotank di sejumlah wilayah. Namun persoalan muncul pada biaya penyambungan dari rumah warga ke fasilitas tersebut.

Septic tank komunal biasanya dibangun di depan gang atau jalan lingkungan. Artinya, warga harus memindahkan jalur pipa dari toilet rumah ke lokasi septic tank tersebut. Biaya pemasangan pipa inilah yang menjadi beban warga karena bisa mencapai sekitar Rp5 juta per rumah.

“Septic tank-nya dibangun pemerintah. Tapi sambungannya ke masyarakat itu biaya mandiri. Itu mahal,” ujar Farhan.

Menurutnya, program sanitasi akan efektif apabila masyarakat mampu membayar biaya tambahan tersebut. Namun tidak semua warga memiliki kemampuan finansial yang sama.

Farhan mengaku sedang mempelajari kemungkinan skema yang dapat meringankan beban warga, tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.

“Ini yang ingin saya arahkan sedemikian rupa supaya bebannya tidak terlalu besar di masyarakat,” katanya.

3. Pemkot siapkan program dan teknologi murah

ilustrasi septic tank (pexels.com/pixabay)
ilustrasi septic tank (pexels.com/pixabay)

Pemkot Bandung menargetkan pada 2027 sudah memiliki rancangan program sanitasi yang lebih tepat guna dan terjangkau.

Saat ini opsi yang tersedia adalah pembangunan septic tank komunal, biotank di kawasan permukiman, dan skema mandiri untuk sambungan pipa rumah tangga. Namun Farhan mengakui, efektivitas program belum bisa dinilai sepenuhnya karena masih dalam tahap identifikasi lapangan.

“Saya belum bisa mengatakan sudah 100 persen efektif. Saya baru mulai turun lagi ke lapangan untuk melihat seberapa besar masalahnya,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan Bandung dapat menemukan teknologi sanitasi yang lebih murah dan aplikatif, sehingga persoalan 27 persen rumah tanpa septic tank bisa ditekan secara signifikan.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More