Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Arus Mudik 2023: Jalur Selatan Jabar Masih Berpotensi Macet

Arus Mudik 2023: Jalur Selatan Jabar Masih Berpotensi Macet
ilustrasi menjaga jarak aman (unsplash.com/ Nabeel Syed)
Share Article

Bandung, IDN Times - Jalur Selatan Jawa Barat (Jabar) masih berpotensi mengalami kemacetan pada arus mudik Idul Fitri 1444 H/2023 M. Kemacetan berpotens terjadi di wilayah Limbangan, Kadungora Kabupaten Garut, dan Gentong, Kota Tasikmalaya.

Selain itu, ada juga wilayah Nagreg, Kabupaten Bandung. Beberapa jalur selatan ini diprediksi akan mengalami kemacetan pada arus mudik 2023. Beberapa langkah untuk membuat antisipasi juga telah dilakukan oleh Pemprov Jabar dan Polri.

1. Penyebab kemacetan karena jalan yang sempit

Ilustrasi kemacetan lalu lintas. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Ilustrasi kemacetan lalu lintas. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, antisipasi untuk mengurangi kemacetan kendaraan telah dibuat. Adapun penyebab terjadinya kemacetan adalah karena volume kendaraan yang meningkat.

"Persoalan Jalur Selatan adalah ruas jalan yang sempit, berkelok-kelok, tanjakan dan turunan curam serta adanya pasar tumpah. Kondisi ini membuat antrian kendaraan apabila terjadi kepadatan arus lalulintas dari arah Bandung menuju timur," ujar Ibrahim dalam Diskusi Gaspol "Hati Senang Bertemu Orang Tersayang" PWI Pokja Gedung Sate di Bandung, Senin (17/4/2023).

2. Polda Jabar buat koordinasi dengan polsek-polsek

chrome
chrome

Selain itu, Polda Jabar juga akan melakukan penguraian kendaraan dengan beberapa langkah yang telah dibuat. Hal ini diterapkan agar kepadatan dan kemacetan lalu lintas di wilayah Limbangan Kabupaten Garut bisa terpecah.

"Ada koordinasi antar wilayah-wilayah seperti Kabupaten Bandung, Garut dan Tasik Kota, sehingga dilakukan penutupan sepenggal. Jadi apabila terjadi macet, di jalur ujungnya yang di depan padat itu akan dibuka, dibelakangnya akan ditutup," jelasnya.

3. Pengaturan lalu lintas sepenggal dimaksimalkan

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Ibrahim menambahkan, agar koordinasi antar-Polres dapat berjalan dengan baik, maka ditunjuk seorang Perwira Menengah (Pamen) dari fungsi lalu lintas sebagai koordinator. Dengan adanya koordinator yang mengkondisikan dan mengatur setiap Polres.

"Upaya untuk mengurai kemacetan dan kepadatan di Limbangan dapat berjalan secara sistematis. Selain dilakukan sistem pengaturan lalu lintas sepenggal, pihak kepolisian juga menyiapkan strategi lainnya seperti dan buka tutup," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Barat

See More