Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Arus Balik di Cirebon Landai, Pemudik Pilih Waktu Santai
Pantura Cirebon
  • Arus balik Lebaran 2026 di Cirebon terpantau landai dengan total 766.574 kendaraan, tanpa lonjakan tajam seperti saat arus mudik yang sempat mencapai lebih dari 140 ribu unit per hari.
  • Data menunjukkan pemudik memilih waktu kepulangan lebih fleksibel, sehingga distribusi kendaraan tersebar dan tidak menimbulkan kemacetan ekstrem di jalur Pantura Cirebon.
  • Beberapa pemudik mengatur jadwal pulang lebih awal atau menunda perjalanan untuk menghindari puncak kepadatan, membuat perjalanan terasa lebih lancar dan nyaman dibanding masa mudik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Arus balik Lebaran 2026 yang melintasi wilayah Kota Cirebon, Jawa Barat terpantau tidak mengalami lonjakan signifikan pada Selasa (24/3/2026) pagi. Berbeda dengan arus mudik yang memuncak dalam waktu singkat, pergerakan kendaraan pada masa arus balik justru cenderung landai dan tersebar dalam beberapa hari.

Berdasarkan data lalu lintas periode 14 hingga 24 Maret 2026, total kendaraan yang melintas mencapai 766.574 unit. Namun, peningkatan volume kendaraan setelah Hari Raya tidak menunjukkan pola lonjakan tajam seperti yang terjadi pada arus mudik.

Pada H+1 Lebaran, Senin (23/3/2026) jumlah kendaraan tercatat sekitar 45.022 unit, kemudian meningkat menjadi 63.024 unit pada H+2, Selasa (24/3/2026).

1. Kontras dengan puncak arus mudik

Pantura Cirebon

Jika dibandingkan dengan arus mudik, perbedaan pola terlihat jelas. Pada H-3 dan H-2 Lebaran, jumlah kendaraan sempat mencapai 135.430 dan 142.023 unit dalam sehari. Bahkan, sekitar 36 persen dari total kendaraan selama periode tersebut terkonsentrasi hanya dalam dua hari.

Sebaliknya, pada arus balik, tidak ada satu pun hari yang mencatat volume kendaraan mendekati angka tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa pemudik tidak kembali secara bersamaan, melainkan memilih waktu perjalanan yang lebih fleksibel.

Distribusi kendaraan per jam juga menunjukkan pola serupa, dengan kepadatan tetap terjadi pada siang hingga malam hari, namun tidak sampai menimbulkan lonjakan ekstrem seperti saat arus mudik.

2. Pemudik pilih pulang lebih fleksibel

Pantura Cirebon

Sejumlah pemudik mengaku sengaja mengatur waktu kepulangan untuk menghindari kepadatan. Rudi (37), pemudik asal Tangerang yang baru kembali dari kampung halamannya di Sragen, Jawa Tengah, mengatakan dirinya memilih pulang lebih awal.

“Saya balik H+2 supaya tidak terlalu padat. Waktu mudik kemarin lewat Cirebon ramai sekali, jadi sekarang lebih pilih santai,” ujar Rudi saat ditemui di jalur Pantura Cirebon, Senin (24/3/2026).

Menurutnya, kondisi lalu lintas saat arus balik masih ramai, tetapi tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang seperti saat arus mudik. Perjalanan dari Sragen menuju Tangerang pun relatif lebih lancar meski tetap memakan waktu lebih lama dari biasanya.

3. Cerita pemudik: hindari puncak, pilih nyaman

Kepadatan kendaraan terjadi di jalur arteri Pantura Cirebon. (Ilustrasi)

Hal serupa disampaikan pemudik lainnya, Siti (29), yang juga kembali ke Tangerang dari Sragen. Ia memilih menunda perjalanan hingga suasana lebih kondusif.

“Saya tidak mau ambil risiko macet panjang, jadi pilih pulang setelah Lebaran lewat dua hari. Sekarang memang masih ramai, tapi sudah tidak padat seperti sebelum Lebaran,” katanya.

Siti mengaku perjalanan kali ini terasa lebih nyaman karena tidak harus terjebak dalam kepadatan ekstrem. Ia juga menilai penyebaran waktu arus balik memberikan keleluasaan bagi pemudik dalam menentukan jadwal perjalanan.

Editorial Team