Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi kebakaran lahan dan hutan. (Pexels.om/Dmytro Glazunov)
  • DPKP Cirebon menangani 506 kebakaran Januari–Oktober 2026; 353 di antaranya kebakaran lahan, sampah, dan alang-alang, hampir empat kali lebih banyak daripada 97 kebakaran rumah.

  • Kejadian kebakaran meningkat tajam pada paruh kedua tahun, memuncak pada September dengan 131 kasus dan Oktober 124 kasus; kebakaran lahan mendominasi lonjakan tersebut.

  • Di luar kebakaran, DPKP mencatat 773 penanganan nonkebakaran, terutama 467 evakuasi sarang tawon dan 199 evakuasi ular, setara 86,2 persen seluruh layanan nonkebakaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Cirebon, banyak api membakar lahan, sampah, dan rumput kering. Dari Januari sampai Oktober 2026, petugas memadamkan 353 kebakaran seperti itu. Jumlahnya lebih banyak daripada kebakaran rumah. Api paling sering terjadi pada September dan Oktober. Petugas juga sering menolong sarang tawon dan ular.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah dominasi kebakaran lahan, sampah, dan alang-alang, catatan DPKP Cirebon menunjukkan jangkauan layanan yang luas dalam menangani berbagai kebutuhan warga. Selain merespons 506 peristiwa kebakaran, petugas menjalankan 773 kegiatan nonkebakaran, terutama evakuasi tawon dan ular, serta membantu penanganan cincin terjepit, biawak, kucing, hingga kendaraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cirebon, IDN Times - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon meyebutkan, kebakaran lahan, sampah, dan alang-alang mendominasi kejadian kebakaran di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Tercatat, 353 kejadian sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Jumlah tersebut mencapai 69,8 persen dari total 506 peristiwa kebakaran yang ditangani petugas.

Angka kebakaran lahan tersebut hampir empat kali lipat dibandingkan kebakaran bangunan rumah yang tercatat sebanyak 97 kejadian.

Kepala Bidang Kedaruratan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana mengatakan, berdasarkan rekapitulasi, kebakaran lahan, sampah, dan alang-alang merupakan kategori dengan jumlah kejadian tertinggi selama sepuluh bulan pertama 2026.

1. Lonjakan terjadi pada paruh kedua tahun

ilustrasi kebakaran lahan gambut (pexels.com/K)

Jika dilihat berdasarkan waktu kejadian, kata Eno, kebakaran mengalami peningkatan cukup tajam mulai Juli 2026. Pada Januari hingga Juni, jumlah kebakaran tercatat sebanyak 91 kejadian.

"Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 77 kejadian pada Juli dan 83 kejadian pada Agustus," ujar Eno, Rabu (4/11/2026).

Eno menambahkan, puncak kejadian berlangsung pada September dengan 131 kebakaran. Sementara itu, Oktober mencatat 124 kejadian.

Sementara, khusus kebakaran lahan, sampah, dan alang-alang, peningkatan paling mencolok terlihat pada periode yang sama.

Pada Juli tercatat 54 kejadian, kemudian naik menjadi 63 kejadian pada Agustus. Jumlahnya kembali meningkat menjadi 111 kejadian pada September dan 110 kejadian pada Oktober.

"Sebagian besar kejadian kebakaran lahan terkonsentrasi pada empat bulan terakhir dalam periode pendataan," terangya.

2. Kebakaran bangunan dan kendaraan

ilustrasi kebakaran (pexels.com/Jani Kantokoski)

Selain kebakaran lahan, DPKP Kabupaten Cirebon juga menangani kebakaran bangunan dan fasilitas umum. Kebakaran bangunan rumah menempati urutan kedua dengan 97 kejadian.

Selanjutnya, kebakaran bangunan pabrik tercatat 19 kejadian, bangunan toko 17 kejadian, dan fasilitas umum 13 kejadian.

Adapun kebakaran kendaraan roda empat mencapai tujuh kejadian. Tidak terdapat kejadian kebakaran kendaraan roda dua dalam rekapitulasi tersebut.

Secara keseluruhan, kebakaran bangunan rumah, toko, dan pabrik mencapai 133 kejadian. Angka tersebut masih jauh di bawah kebakaran lahan, sampah, dan alang-alang yang mencapai 353 kejadian.

3. Evakuasi tawon dan ular mendominasi penyelamatan

Petugas Damkar Kabupaten Madiun musnahkan sarang tawon vespa di rumah warga. IDN Times/ Riyanto.

Di luar penanganan kebakaran, DPKP Kabupaten Cirebon juga mencatat 773 kegiatan penunjang nonkebakaran sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Kegiatan tersebut didominasi evakuasi sarang tawon dan ular.

Evakuasi sarang tawon menjadi layanan terbanyak dengan 467 kegiatan. Sementara itu, evakuasi ular mencapai 199 kegiatan. Keduanya menyumbang 666 kegiatan atau sekitar 86,2 persen dari seluruh penanganan nonkebakaran.

Petugas juga menangani 57 kejadian cincin terjepit, 28 evakuasi biawak, dan 12 penyelamatan kucing. Selain itu, terdapat dua evakuasi buaya, tiga evakuasi kendaraan, serta sejumlah kegiatan penyelamatan lainnya.

Editorial Team

Related Article