Ilustrasi dana pensiun (freepik.com/wirestock)
Waktu menjadi faktor krusial dalam perencanaan dana pensiun. Semakin dini seseorang memulai, semakin besar peluang akumulasi dana melalui konsistensi investasi maupun proteksi keuangan dalam jangka panjang.
Sebagai ilustrasi, jika nasabah membayar premi menggunakan Asuransi Jiwa PRUMapan sebesar Rp700 ribu per bulan hingga usia 55 tahun, ia akan memperoleh manfaat dana mapan sebesar Rp485.100.000 atau sekitar Rp23,1 juta per tahun selama 21 tahun hingga usia 75 tahun saat polis berakhir.
Namun, jika ia memulai lima tahun lebih awal pada usia 25 tahun dengan premi yang sama, manfaat yang diterima meningkat menjadi Rp662.970.000 atau sekitar Rp31,57 juta per tahun untuk periode yang sama. Dengan alokasi tersebut, nasabah sejatinya telah membangun fondasi keuangan masa depan secara bertahap bahkan dengan nominal yang kerap lebih kecil dibandingkan pengeluaran rutin pekerja muda di kota besar untuk hiburan, langganan digital, atau gaya hidup sehari-hari.
Melalui konsistensi, alokasi yang relatif kecil ini dapat berkembang menjadi sumber dana yang membantu menjaga stabilitas finansial saat pensiun. Tak hanya itu, dana tersebut juga membuka peluang untuk mewujudkan rencana jangka panjang, seperti memulai usaha atau mengejar passion yang sempat tertunda. Karena itu, memulai lebih awal dengan nominal terjangkau menjadi langkah penting dalam membangun kesiapan finansial jangka panjang.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menekankan pentingnya membangun rasa aman finansial sejak dini. Ia menyebutkan, perencanaan yang fleksibel dan terjangkau memungkinkan generasi muda tetap produktif saat ini tanpa harus mengorbankan kebutuhan di masa depan.
Dengan disiplin dan strategi yang tepat, kesiapan dana pensiun dapat terus ditingkatkan, sehingga risiko finansial di usia non-produktif dapat diminimalkan.