Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

55 Sekolah di Bandung Hentikan PTM Akibat Siswa-Guru Positif COVID-19

55 Sekolah di Bandung Hentikan PTM Akibat Siswa-Guru Positif COVID-19
Default Image IDN
Share Article

Bandung, IDN Times - Kasus siswa dan guru yang positif COVID-19 saat mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bandung terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung pada Selasa(2/11/2021) pukul 12.00WIB, jumlah siswa dan guru yang terpapar COVID mencapai 264 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, dari total 264 kasus itu terbagi dari 244 siswa dan 20 guru. Jumlah ini diambil dari 8.139 sampel swab PCR yang dilakukan di sejumlah sekolah.

Ahyani menyebutkan, bertambahnya kasus siswa dan guru yang positif COVID-19 mengakibatkan sebanyak 55 sekolah pun menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) selama 14 hari.

"Ini dari 8.139 sampel tes swab PCR, masih ada tujuh sampel lagi yang belum keluar," ujar Ahyani kepada wartawan, Selasa (2/11/2021).

1. Masih ada data yang belum keluar

Tes acak siswa yang ikuti PTMT di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
Tes acak siswa yang ikuti PTMT di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dengan adanya hasil 264 orang terpapar virus corona, angka itu terbilang kecil karena hanya 3,2 persen dari hasil tes. Jumlah sekolah yang sudah dites sendiri mencapai 214 sekolah. Di mana rinciannya 55 sekolah positif di atas lima persen, 51 sekolah di rentang satu sampai lima persen, dan 104 sekolah nihil orang terpapar.

"Masih ada empat sekolah masih menunggu hasilnya," kata dia.

2. Penyebaran virus bukan berarti di sekolah

IDN Times/Abdul Halim
IDN Times/Abdul Halim

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra menuturkan, protokol kesehatan saat sekolah menyelenggarakan PTM sudah sangat baik. Mulai dari fasilitas kesehatan, jumlah siswa dan guru yang mengajar, hingga jam PTM dibatasi.

Dengan berbagai proteksi ini dia menilai penyebaran virus corona di sekolah sangat terproteksi. Yang jadi persoalan adalah pengawasan siswa dan guru di luar sekolah.

"Yang jadi perhatian, positif (terpapa COVID-19) bisa karena aktivitas di luar sekolah. Sekarang kan sudah mulai aktivitas di mana-mana," kata dia.

Cucu berharap orang tua siswa tidak menyalahkan pihak sekolah ketika ada anaknya yang terpapar virus corona. Para orang tua harus bisa menjaga aktivitas anak ketika mereka berada di luar sekolah.

3. Pemkot Bandung siap hentikan relaksasi di masa pandemik

Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial (IDN Times/Humas Bandung)
Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial (IDN Times/Humas Bandung)

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, Pemkot Bandung terus mengamati perkembangan kasus COVID-19 yang naik dalam sepekan terakhir. Namun, dalam penilaiannya, angka kasus COVID-19 masih dalam kondisi wajar.

"Kalau bicara naik turun tentang COVID ini tentu kita terus memantau. Insyaallah tetap kami pantau, pasti ada penyikapan analisa dan kajian, memang selama ini ada fluktuasi," kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Senin (1/11/2021).

Oded mengungkapkan, tren kenaikan kasus COVID-19 di sekolah-sekolah mulai mengkhawatirkan.

"Adapun di sekolah, di pantau terus oleh dinas terkait, mudah-mudahan tidak terjadi hal yang mengkhawatirkan, kami tidak mau kan adanya tsunami kedua, bahaya juga," ungkapnya.

Dia pun ikut memantau dan mengevaluasi secara berkala. Menurutnya tak ada jaminan perpanjangan di sektor-sektor yang saat ini telah mendapat relaksasi.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
Debbie Sutrisno
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More

Program Apresiasi Baru, Trader Punya Kesempatan Dapat Emas Batangan

02 Jun 2026, 22:10 WIBNews