20 Penyandang Disabilitas Ikut Seleksi UTBK-SNBP di ISBI Bandung

- Sebanyak 20 penyandang disabilitas mengikuti seleksi UTBK-SNBT 2026 di ISBI Bandung dengan fasilitas dan peralatan yang disiapkan khusus untuk mendukung kebutuhan mereka.
- Pihak kampus menyediakan ruang ujian terpisah sesuai jenis disabilitas, termasuk peserta tuna rungu, tunadaksa, pengguna kursi roda, hingga peserta yang mengerjakan ujian dengan kaki.
- Panitia melakukan verifikasi ketat terhadap peserta disabilitas guna mencegah kecurangan, sementara total peserta UTBK-SNBT di ISBI Bandung mencapai 8.247 orang.
Bandung, IDN Times - Sebanyak 20 penyandang disabilitas mengikuti seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Seluruh fasilitas dan juga peralatan untuk mendukung peserta disabilitas ini dipastikan terpenuhi.
Ketua Pelaksana UTBK-SNBT ISBI Bandung, Indra Ridwan mengatakan, seluruh fasilitas kampus sudah dipersiapkan dengan matang untuk tes seleksi khusus penyandang disabilitas. Nantinya, para peserta disabilitas akan mengikuti seleksi di ruangan khusus tidak digabungkan dengan peserta lainnya.
"Tahun ini kebetulan ISBI Bandung ada hal yang sangat spesifik, terkait dengan disabilitas, itu kita di tahun ini ada 20 orang yang disabilitas. Jadi kita coba laksanakan," ujar Indra saat ditemui di Kampus ISBI Bandung, Selasa (21/4/2026).
1. Ruangan ujian disesuaikan dengan kemampuan peserta disabilitas

Sementara, Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT ISBI Bandung, Redhiana Langen Tresna menambahkan, tempat khusus diberikan karena para penyandang disabilitas ini berbeda-beda, tidak semuanya sama.
Sehingga, petugas memisahkan sesuai dengan kemampuan dari peserta disabilitas itu sendiri, tidak digabungkan dengan peserta lainnya.
"Seluruh peserta disabilitas melaksanakan ujian hari ini di sesi siang yang memang oleh panitia ditempatkan satu ruang kami konfirmasikan semuanya ada 13 orang tuna rungu, ada tujuh orang tuna tunadaksa, tiga orang pakai kursi roda, ada satu peserta yang mengerjakan ujian dengan kaki," kata Redhiana.
2. Tata letak meja ujian juga mengikuti kemampuan peserta

Redhiana menjelaskan, ruangan khusus disabilitas ini diatur menyesuaikan dengan kemampuan dari peserta, seperti letak meja komputer dan juga beberapa hal lainnya. Bahkan, petugas turut memberikan bantuan petugas yang membacakan soal khusus peserta disabilitas dengan tunadaksa.
"Kami juga tanya kepada peserta kebutuhan khusus apa, salah satu peserta mengatakan ada tunadaksa bisa melaksanakan ujian kalau dibacakan sehingga butuh pendamping dan kami akomodir. Menggunakan kursi roda, jadi kami pisahkan," kata dia.
3. Peserta disabilitas tetap diverifikasi

Petugas pelaksana UTBK-SNBP 2026 di ISBI Bandung juga melakukan verifikasi secara menyeluruh kepada para peserta disabilitas. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kecurangan oleh oknum yang mengaku disabilitas ternyata tidak dalam kondisi tersebut.
"Kami cek semuanya dan untuk benar-benar memastikan agar tidak ada kecurangan," kata Redhiana.
Sebagai informasi, dalam gelaran UTBK-SNBP 2016 ini ISBI Bandung mendapatkan 8.247 peserta. Masing-masing akan mengikuti ujian dari 21-30 April 2026, dengan dua sesi setiap harinya. Selain di ISBI Bandung, peserta sebagian akan mengikuti ujian di Universitas Teknologi Bandung (UTB).


















