Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wali Kota Farhan Deg-degan Menunggu Hasil Lelang Pengelola Bandung Zoo

Wali Kota Farhan Deg-degan Menunggu Hasil Lelang Pengelola Bandung Zoo
Kunjungan masyarakat ke Bandung Zoo saat libur Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menunggu hasil lelang pengelola baru Bandung Zoo yang diikuti tiga lembaga konservasi: Taman Safari Indonesia, Faunaland, dan Gembira Loka.
  • Jika proses lelang kembali gagal menghasilkan pemenang, Pemkot Bandung akan melapor ke Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menentukan langkah lanjutan.
  • Pemerintah pusat dan Pemkot Bandung memperpanjang MoU penyelamatan satwa eks Bandung Zoo dengan fokus utama pada kesejahteraan hewan serta profesionalisme pengelolaan konservasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyebut terdapat tiga lembaga konservasi yang menjadi calon pengelola Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), yakni Taman Safari Indonesia, Faunaland, dan Gembira Loka.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan proses seleksi pengelola Bandung Zoo kembali dibuka setelah ketiga peserta tersebut memasukkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan.

“Bandung Zoo hari ini dan besok, berdasarkan laporan yang saya terima, akan kembali dibuka prosesnya. Ada tiga peserta yang akhirnya memasukkan kembali dokumen persyaratan,” ungkapnya, Senin (8/6/2026).

Farhan mengaku menaruh perhatian besar terhadap proses seleksi tersebut karena menjadi kesempatan terakhir untuk menentukan pengelola baru Bandung Zoo.

“Saya cukup deg-degan karena saya sendiri tidak boleh melihat dokumennya secara langsung. Ini adalah kesempatan terakhir,” kata dia.

1. Harap ada pemenang

IMG_20251226_131524_1.jpg
Kunjungan masyarakat ke Bandung Zoo saat libur Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno

Ia menjelaskan apabila proses lelang kembali tidak menghasilkan pengelola, maka Pemkot Bandung akan melaporkan perkembangan tersebut kepada Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menentukan langkah lanjutan.

“Kalau gagal lagi, saya harus menghadap Menteri Kehutanan untuk menyampaikan seluruh laporan perkembangan. Saya juga harus melapor kepada Pak Gubernur. Nanti kami bertiga akan membahas langkah selanjutnya terkait pengelolaan satwa di sana,” katanya.

2. Bisa lakukan lelang ulang

IMG_20260104_094125.jpg
Kondisi tempat wisata Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) saat akhir pekan, Minggu (4/1/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno

Farhan menuturkan panitia seleksi berasal dari Pemkot Bandung dengan melibatkan tenaga ahli dari Kementerian Kehutanan dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat guna memastikan penilaian teknis pengelolaan satwa dilakukan secara profesional.

“Perlu dipahami bahwa proses lelang ini sangat serius. Nilainya besar, sehingga ketika ada perubahan angka penawaran dari peserta, kami harus melakukan proses administrasi lelang ulang," ungkap Farhan.

3. Kesehatan hewan jadi yang utama

WhatsApp Image 2026-03-26 at 2.20.11 PM.jpeg
Harimau Benggala Huru dan Hara meninggal di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Dok Diskominfo

Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan bersama Pemerintah Kota Bandung sepakat untuk memperpanjang Nota Kesepahaman (MoU) mengenai koordinasi upaya penyelamatan satwa dan penanganan para pekerja pada eks Lembaga Konservasi Yayasan Margasatwa Tamansari Bandung Zoological Garden. Perpanjangan MoU dilakukan setelah masa berlaku kesepakatan sebelumnya berakhir pada tanggal 5 Mei 2026.

Direktur Jenderal KSDAE Satyawan Pudiyatmoko, menyampaikan bahwa keselamatan satwa menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan eks lembaga konservasi tersebut. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Bandung terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh satwa mendapatkan penanganan, pemeliharaan, perawatan yang layak sesuai prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare).

"Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan utama terhadap keselamatan dan kesejahteraan satwa, serta harapan agar pengelolaan lembaga konservasi ke depan dapat dilaksanakan oleh pihak yang lebih profesional, akuntabel, dan memenuhi standar pengelolaan kesejahteraan satwa yang baik," ungkapnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More