Comscore Tracker

Berawal dari Kode Q, Tawuran Geng Motor di Cirebon Akibatkan 2 Tewas 

Simbol ini menunjukan kesiapan kode perang

Cirebon, IDN Times - Para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan dua nyawa korban melayang, ABR dan AS pada Minggu (5/1) lalu, terancam dijerat dengan pasal berlapis. Para pelaku yang merupakan gengster dari Remaja Penggung Untuk Santai (RPUS) itu terbukti menghabisi nyawa korban dengan senjata tajam dan batu.

Ketujuh pelaku yang berhasil ditangkap petugas, lima di antaranya masih di bawah umur. Kendati demikian, pihak Kepolisian Resor Cirebon Kota tetap tegas terhadap para pelaku yang sudah meresahkan masyarakat ini. Bagi para pelaku di bawah umur, polisi tetap memberlakukan UU No. 35/2014 tentang perlindungan anak.

1. Para pelaku dijerat pasal berlapis

Berawal dari Kode Q, Tawuran Geng Motor di Cirebon Akibatkan 2 Tewas IDN Times/Wildan Ibnu

Para pelaku dijerat dengan pasal 170 pengeroyokan dan pasal penganiayaan 351 ayat 3 yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman 15 tahun. Selain itu polisi juga memberikan pasal pemberatan 350 tentang perencanaan pembunuhan. Sebab, para pelaku sudah menyiapkan senjata tajam untuk aksi tawuran dengan kelompok Cirebon Gengster.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy mengatakan, polisi tegas akan mengusut kasus bentrokan dua kelompok yang menyebabkan dua orang tewas. Insiden meresahkan warga ini, polisi pun tak pandang bulu meski para pelaku rata-rata masih di bawah umur.

"Kepada siapa pun, jangan coba-coba dengan saya untuk masalah ini. Kami pastikan tidak ada orang yang bisa meloloskan pelaku hanya dengan alasan masih di bawah umur," tegas Roland di Mako Polres Cirebon Kota, Senin (6/1).

2. Kode "Q" berarti menjawab tantangan lawan

Berawal dari Kode Q, Tawuran Geng Motor di Cirebon Akibatkan 2 Tewas IDN Times/Wildan Ibnu

Dari hasil penelusuran media sosial oleh tim Cybercrime Polres Cirebon Kota, Cirebon Gengster ini tergabung dari tiga kelompok geng. Yaitu, Brigez, Pancuran Slowman, dan NDBS (Nakal Dulu Baru Sukses).

Roland menyampaikan, dua kelompok ini sebelumnya berkomunikasi melalui media sosial Instragram. Mereka saling menantang satu sama lain. Saat berkomunikasi itu, kelompok menantang dengan kode chat "Q", kemudian tantangan itu diterima dengan kode "Q" juga.

Ketika sudah kedua kelompok itu saling menerima tantangan, mereka akhirnya berkumpul di Jalan Katiasa, Penggung, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti. Usai bertemu, perang antar gengster pun akhirnya pecah.

"Mereka bertemu di Penggung sekitar pukul 02.00. Kemudian terjadi tawuran. Satu orang tewas kena luka bacok hingga tembus ke paru-paru, satu korban meninggal lagi kena pukulan benda tumpul," ujar Roland.

3. Polisi kejar pelaku yang masih kabur

Berawal dari Kode Q, Tawuran Geng Motor di Cirebon Akibatkan 2 Tewas IDN Times/Wildan Ibnu

Roland mengatakan, sejauh ini polisi baru menangkap 7 orang pelaku yang terlibat tawuran. Polisi memastikan akan menangkap pelaku lain yang kabur saat insiden perang antar gengster di Kota Cirebon. Dari informasi para saksi, sebanyak 20 orang lebih berkerumun dan terlibat tawuran di lokasi kejadian.

"Pelaku lain masih dalam penyelidikan, berapa jumlahnya kami akan kejar dan terus mengungkap kasus ini sampai ke akar-akarnya," tegasnya.

4. Kerap mambawa senjata tajam

Berawal dari Kode Q, Tawuran Geng Motor di Cirebon Akibatkan 2 Tewas IDN Times/Wildan Ibnu

Saat dimintai keterangan oleh para awak media, seorang tersangka bernama DH mengaku bahwa kelompok RPUS ini merupakan komunitas tongkrongan anak muda di daerah Penggung. Dia tak menampik jika komplotannya kerap membawa senjata tajam saat bergerombol melintasi jalan raya.

Motif tawuran dengan komplotan Cirebon Gengster itu dilatarbelakangi karena saling menantang satu sama lain untuk menunjukkan geng siapa yang terkuat.

Saat tawuran beraksi, dia membawa dan memberikan senjata tajam berupa celurit kepada rekannya berinisial FS untuk menghabisi nyawa korban. Dia mengaku komplotan RPUS mulai dibentuk sejak 3 Maret 2019 lalu.

"RUPS itu anak-anak tongkrongan, bukan geng motor, kadang 15 orang ngumpul di Penggung. Kalau senjata tajam ada yang sediain," ujar seorang pelajar di sekolah swasta Kota Cirebon itu.

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya