FKUB Jabar Sayangkan Penyegelan Masjid Ahmadiyah di Garut

Penyelesaian harusnya mengedepankan dialog 

Bandung, IDN Times - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat menyayangkan terjadinya penutupan rumah ibadah Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) oleh Satpol PP di kampung Nyalindung, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Ketua FKUB Jawa Barat, Rafani Achyar mengatakan, terlepas dari satu kepercayaan, penyegelan tempat ibadah ini tidak bisa langsung dilakukan begitu saja. Dialog antar sesama harus dilakukan.

"Apapun dalam penyikapan perbedaan pandangan tidak boleh ada tindakan anarkis, itu prinsip. Jadi bagi FKUB ya dialog, mengedepankan dialog. Ini kan baru ada laporan, belum ada permintaan, kami sarankan selesaikan di level kabupaten," kata Rafani, Selasa (9/7/2024).

1. Selama hidup rukun jangan sampai diganggu

FKUB Jabar Sayangkan Penyegelan Masjid Ahmadiyah di GarutKetua FKUB Jawa Barat, Rafani Achyar (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Lebih lanjut, Rafani mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya memang jemaah Ahmadiyah di Nyalindung, Garut, sudah menjadi komunitas dan telah lama ada. Mereka juga tidak mengganggu masyarakat sekitar dan hidup berdampingan.

"Kalau sudah hidup berdampingan dan jadi komunitas disitu, yasudah biarin aja. Kecuali kalau tiba-tiba bikin masjid di pemukiman warga gitu," jelasnya.

2. Satpol PP tutup masjid saat malam hari

FKUB Jabar Sayangkan Penyegelan Masjid Ahmadiyah di Garut(Istimewa)

Sebelumnya, penutupan masjid pemeluk Ahmadiyah ini ditutup oleh Satpol PP Garut. Penutupan ini dilakukan usai adanya laporan dari warga atau organisasi di luar wilayah Nyalindung, Garut.

Aksi ini pun kemudian menuai banyak kritik, salah satunya Solidaritas Jaringan Antarumat Beragama (Sajajar) yang menyatakan penutupan ini mencederai toleransi. Koordinator Sajajar, Usama Ahmad Rizal mengatakan, penutupan ini berlangsung setelah sebelumnya melakukan parat koordinasi para pemeluk Ahmadiyah dengan perwakilan dari Satpol PP, Kesbangpol, Kejari, dan Polres Garut.

"Setelahnya pada pukul 19.00 WIB puluhan aparat gabungan yang dipimpin oleh Kasatpol PP kabupaten Garut Basuki Eko menutup paksa Masjid Ahmadiyah di Nyalindung, Garut," ujar Usama melalui keterangan resmi, dikutip Sabtu (6/7/2024).

3. Penutupan ini berdasarkan laporan dari salah satu organisasi masyarakat

FKUB Jabar Sayangkan Penyegelan Masjid Ahmadiyah di Garut(Istimewa)

Adapun saat itu, alasan Satpol PP menutup paksa masjid ini karena sebelumnya telah menerima audiensi dari ormas yang mengatasnamakan Geram (Gerakan Anti Ahmadiyah) yang menolak keberadaan masjid, padahal kata Usama, warga sekitar tidak pernah ada masalah.

Dengan kondisi ini, Usama menilai pemerintah Kabupaten Garut melalui Satpol PP telah melakukan tindakan diskriminatif dan inkonstitusional dengan melakukan penutupan paksa masjid yang dikelola oleh Ahmadiyah di Kampung Nyalindung, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

"Di tengah usaha pemerintah pusat melawan intoleransi dan radikalisasi beragama melalui sikap moderasi beragama. Kondisi ini sungguh telah mencederai nilai-nilai toleransi. Dan menandakan, bahwa negara masih menjadi penghalang atas kebebasan beragama," tuturnya.

Sebagai informasi, Ahmadiyah di Kampung Nyalindung, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut sudah ada sejak tahun 1970-an dan hidup berdampingan secara damai dengan warga lainnya.

Ahmadiyah di Nyalindung menggunakan masjid sebagai sarana ibadah seperti shalat lima waktu, mengaji Al-Quran, dan sarana pendidikan anak-anak belajar tentang ke Islaman.

Baca Juga: Pengacara Pegi Rencana Ajukan Gugatan ke Polda Jabar Capai Rp4 Miliar

Baca Juga: LBH Bandung Kritik Penyegelan Masjid Ahmadiyah di Garut

Baca Juga: Masjid Ahmadiyah Garut Disegel, Amnesty: Diskriminasi Minoritas

Topik:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya