Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tumpukan Sampah Masih Ada di Caringin karea Keterbatasan TPA Sarimukti

WhatsApp Image 2026-01-16 at 12.49.34 PM.jpeg
Pengolahan sampah di Pasar Caringin Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya sih...
  • Pengelola Pasar Caringin rutin olah sampah dengan teknologi zero waste yang baru beroperasi 1 bulan.
  • Aep telah mengajukan penambahan ritase pengangkutan agar penumpukan sampah bisa segera teratasi, namun belum mendapat persetujuan dari Pemprov Jabar.
  • Menteri Lingkungan Hidup meninjau Pasar Caringin yang sudah mulai mengolah sampah secara mandiri, dan meminta gotong royong semua pihak untuk menyelesaikan persoalan sampah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kepala Badan Pengelola Pusat Perdagangan Caringin Bandung (BP3C), Aep A Syarief Hidayat mengatakan, sampah yang menggunung itu jumlahnya sekitar 100 ton didominasi oleh jenis organik.

Dia menjelaskan, penumpukan sampah di TPS Pasar Caringin terjadi akibat pembatasan ritase pengangkutan ke TPA Sarimukti. Menurutnya, kondisi tersebut memicu akumulasi sampah yang tidak seluruhnya terangkut.

"Biasanya sembilan rit, sekarang hanya tiga rit, otomatis ada sisa yang menumpuk di TPS," ujar Aep usai menerima kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Jumat (16/1/2026).

Aep mengakui telah menerima peringatan keras dari Menteri Lingkungan Hidup terkait potensi sanksi, termasuk sanksi pidana, jika pengelolaan sampah tidak segera dibenahi. Namun ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan karena kelalaian pengelola, tetapi akibat persoalan di hilir, yakni keterbatasan kapasitas dan ritase di TPA Sarimukti.

"Masalahnya bukan keterlaluan kami dalam mengelola, tapi di hilir. Sarimukti dibatasi, jadi kita harus berupaya dengan segala cara," kata Aep.

1. Mulai rajin olah sampah

WhatsApp Image 2026-01-16 at 12.49.35 PM.jpeg
Pengolahan sampah di Pasar Caringin Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Menurutnya, pengelola Pasar Caringin rutin melakukan penanganan sampah. Sejumlah upaya juga telah dilakukan buat mengurangi volume sampah yang ada, salah satunya melalui teknologi zero waste yang baru beroperasi 1 bulan.

"Kita olah di teknologi dengan 60 persen kapasitas saat ini ya. Sampai kita progresnya bertambah terus. Sisanya kita tiga ritase buang ke Sarimukti," katanya.

Pihaknya akan mengoptimalkan teknologi zero waste yang ada. Di mana, sampah baru akan langsung diolah dengan teknologi tersebut.

"Dengan teknologi itu supaya 40 ton ini bisa diolah. Yang di TPS ya, dalam kurun waktu dua ini, Sarimukti akan kami fokuskan. Buang ke sari Mukti. Meskipun dengan kondisi ini Terbatas," ucapnya.

2. Tetap ajukan penambahan ritase pembuangan

TPK Sarimukti (Humas/Pemprov Jabar)
TPK Sarimukti (Humas/Pemprov Jabar)

Aep juga mengaku telah mengajukan penambahan ritase pengangkutan agar penumpukan bisa segera teratasi. Namun, usulan tersebut belum mendapat persetujuan dari Pemprov Jabar.

"Jadi saya mengharap, dengan waktu dua Minggu ini, saya mohon (penambahan) dua aja. Dari tiga, biar lima truk kita per hari. Dua malam beres," pungkasnya.

3. Penanganan sampah tak bisa berjalan sendiri

WhatsApp Image 2026-01-16 at 12.02.04 PM (1).jpeg
Pengolahan sampah di Pasar Caringin Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meninjau sejumlah tempat pembuangan sampah (TPS) yang berada di pasar Kota Bandung. Salah satu yang didatangi adalah Pasar Caringin yang sudah mulai mengolah sampah secara mandiri.

Di pasar ini limbah sayur dan buah yang selama ini dibuang langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti kemudian diolah bekerjsama dengan pihak swasta. Alhasil sekitar 25 ton sampah setiap harinya sekarang sudah bisa diolah di tempat dan tidak dibuang ke TPS maupun TPA.

Hanif menuturkan, cara seperti ini sangat baik karena tumpukan sampah di kawasan Bandung Raya bisa mencapai 4.000 ton dalam sehari. Kondisi tersebut jelas membuat pemerintah daerah (pemda) harus bekerja keras menyelesaikan persoalan sampah.

"Saya minta gotong royong semua pihak. Pak Wali Kota menggunakan seluruh kewenangannya, tanpa ragu, untuk menegakkan aturan," kata Hanif.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

[QUIZ] Teras Cihampelas Ikon Gagal atau Salah Arah Pembangunan?

16 Jan 2026, 15:00 WIBNews